UM Surabaya Tanamkan Nilai Kesetaraan dan Ekologi Sejak Usia Dini Lewat Ekofem Edu

www.majelistabligh.id -

Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Melalui program pengabdian masyarakat hasil kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), UM Surabaya menghadirkan solusi inovatif dalam bentuk platform digital bernama “Ekofem Edu”, sebuah aplikasi edukasi yang menanamkan nilai-nilai adil gender dan kesadaran ekologi bagi anak-anak usia Sekolah Dasar (SD).

Program ini secara langsung telah diimplementasikan di beberapa sekolah dasar di Kota Surabaya, antara lain SDN Sumberjo 2 Benowo dan SD 1 Al Khoiriyah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata UM Surabaya untuk menjembatani dunia kampus dengan kebutuhan pendidikan dasar, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda yang setara, peduli, dan berwawasan lingkungan sejak dini.

Ekofem Edu dikembangkan oleh tim dosen dan peneliti muda lintas disiplin ilmu di lingkungan UM Surabaya yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan hidup, kesetaraan gender, dan perkembangan karakter anak.

Inovasi ini lahir dari keprihatinan akan minimnya materi pembelajaran yang mengangkat nilai-nilai tersebut secara kontekstual dan menyenangkan untuk anak-anak.

Holy Ichda Wahyuni, dosen sekaligus Co-Founder Ekofem Edu, menjelaskan bahwa pendekatan pendidikan yang adil gender dan sadar ekologi masih jarang disentuh dalam kurikulum konvensional, padahal sangat penting dikenalkan sejak usia dini.

“Kami percaya bahwa anak-anak adalah agen perubahan masa depan. Dengan membekali mereka pemahaman tentang pentingnya kesetaraan gender dan pelestarian lingkungan, kita tidak hanya membangun individu yang sadar, tetapi juga masyarakat yang lebih adil dan lestari,” ujarnya pada Jumat (25/4/2025).

Holy menambahkan, Ekofem Edu hadir sebagai alternatif pembelajaran yang menyenangkan dan mudah diakses. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur interaktif seperti:

1. Mari Belajar: Modul pembelajaran tematik berbasis kurikulum yang telah disesuaikan dengan perspektif gender dan ekologi.

“Mata pelajaran seperti Matematika, IPAS, PPKN, Bahasa Inggris, hingga Seni Budaya dikemas dalam pendekatan yang inklusif dan kontekstual,” katanya.

2. Mini Game dan Virtual Reality (VR): Fitur ini mengajak siswa belajar melalui pengalaman langsung seperti gotong royong, eksplorasi lingkungan, mengenal kuman, hingga petualangan di Ekofem Zoo dan museum budaya.

3. Storytelling Interaktif: Anak-anak bisa menikmati cerita rakyat yang telah dikemas ulang agar lebih edukatif dan ramah anak dari segi pesan moral, terutama dalam konteks kesetaraan gender dan pelestarian alam.

4. Kuis Interaktif: Sebagai alat evaluasi yang menyenangkan, siswa diajak menguji pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari melalui kuis dengan tampilan visual menarik

UM Surabaya Tanamkan Nilai Kesetaraan dan Ekologi Sejak Usia Dini Lewat Ekofem Edu
foto: um surabaya

.

Yang menarik, platform ini sudah dapat diakses melalui Play Store, dan siap digunakan oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

“Kami berharap kehadiran aplikasi ini bisa menjadi bagian dari pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful, serta mendorong terjadinya transformasi dalam sistem pendidikan kita, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai adil gender dan sadar ekologi,” tambah Holy.

Implementasi Ekofem Edu di sekolah-sekolah mitra mendapat sambutan positif dari para kepala sekolah dan guru. Siti Afifah, Kepala SD 1 Al Khoiriyah Surabaya, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dengan UM Surabaya.

“Program ini membuka cakrawala baru bagi guru dan siswa dalam menyampaikan nilai-nilai penting secara kontekstual. Anak-anak sangat antusias, terutama saat mencoba fitur VR. Mereka belajar sambil bermain, dan itu sangat efektif dalam menguatkan pemahaman mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Dhian Laksmi Tindarsari, Kepala SDN Sumberjo 2 Benowo, menilai bahwa kehadiran Ekofem Edu sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, terutama dalam membangun karakter anak yang tanggap terhadap isu-isu sosial dan lingkungan.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Akan sangat baik jika program-program seperti ini bisa terus dikembangkan, sehingga terbentuk ekosistem kolaboratif antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam menghadirkan pendidikan yang transformatif,” ujarnya.

Melalui pengembangan Ekofem Edu, UM Surabaya tidak hanya menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang progresif, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan kurikulum pendidikan dasar yang relevan dengan tantangan zaman.

Dengan menanamkan nilai-nilai kesetaraan dan keberlanjutan sejak dini, program ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi masa depan yang lebih peduli, inklusif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta sesama.

Langkah UM Surabaya ini merupakan bukti nyata bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil, tetapi bermakna, yang mampu menginspirasi perubahan dalam skala yang lebih luas. (*/wh)

 

Tinggalkan Balasan

Search