Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sungguh akan menimpa umatku, apa yang telah menimpa Bani Israil, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai-sampai jika di antara mereka yang berbuat zina dengan ibunya secara terang-terangan, niscaya akan ada pula dari umatku yang melakukannya.
Dan sesungguhnya Bani Israil telah terpecah menjadi 72 golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali 1 golongan.”
Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “(yaitu) yang berada di atas apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya.”(HR Tirmidzi no. 2641)
Tujuh puluh tiga terdengar banyak, satu terdengar sepi, dan sering kali yang sepi itulah yang paling sulit dijaga. Bukan tentang siapa yang paling lantang, bukan tentang siapa yang paling terlihat, melainkan tentang hati yang tetap tunduk ketika dunia sibuk meninggikan diri, tentang langkah yang tetap lurus saat harus memaksa berbelok, tentang iman yang dijaga diam-diam, meski tak ada tepuk tangan.
Jika kelak perpecahan menjadi nyata, semoga yang terpilih bukan keramaian, melainkan kebenaran. Bukan kelompok yang membuat bangga, melainkan jalan yang membuat selamat. Sebab pada akhirnya, yang dicari bukan banyaknya golongan, melainkan tempat berpijak saat semua selain-Nya runtuh.
Sunah At-Tirmidzi dalam Al-Iman, bab: Maja’afi iftiraq hadhihi al-ummah
Semoga beruntung
