Kebersihan diri adalah langkah awal menuju kemandirian, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Melalui pendekatan inovatif yang memadukan komik interaktif dan pelibatan aktif orang tua, tim dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menginisiasi program pemberdayaan bertajuk “Kolaborasi Komik Interaktif dan Dukungan Keluarga untuk Meningkatkan Kemandirian Personal Hygiene pada Anak Berkebutuhan Khusus.”
Kegiatan perdana dari rangkaian program Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun 2025 ini digelar pada Selasa (29/7/2025), bertempat di Aula SLB Muhammadiyah Lamongan. Sebanyak 30 orang tua dan wali anak berkebutuhan khusus hadir sebagai peserta dalam pelatihan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan kebersihan diri anak-anak mereka.
Materi utama dalam pertemuan ini bertajuk “Orang Tua Peduli, Anak Mandiri: Edukasi Cuci Tangan, Gosok Gigi, dan Potong Kuku Bersama Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus” dan disampaikan oleh Nahardian Vica Rahmawati, M.Kes, dosen Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit UMLA.
Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari 3 dosen. Sebagai ketua adalah Dias Tiara Putri Utomo, M.Pd. dan 2 anggotanya yaitu Suhariyati, M.Kep serta Nahardian Vica Rahmawati, M.Kes.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua atau wali anak berkebutuhan khusus dalam personal hygiene yang meliputi cuci tangan, gosok gigi, dan potong kuku,” ungkap Dias Tiara Putri Utomo, M.Pd.
Diharapkan setelah mengikuti pelatihan hari ini, para orang tua dapat mengajarkan cara melakukan personal hygiene yang benar kepada anak-anaknya di rumah sehingga terwujud kemandirian ABK dalam melakukan personal hygiene.
Program ini tak hanya fokus pada penyampaian materi, tetapi juga menggunakan media edukatif berupa komik interaktif yang dirancang khusus agar mudah dipahami oleh anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan metode yang menyenangkan dan melibatkan keluarga, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun kemandirian anak di rumah dan di lingkungan sosial.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan inovatif, para dosen tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga hadir secara langsung untuk mendampingi orang tua dalam proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus.
Dengan dukungan penuh dari tim pelaksana yang kompeten, program ini diharapkan menjadi langkah awal dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan generasi yang lebih mandiri dan sehat, dimulai dari lingkungan keluarga. (rohmat)
