Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan prestasi gemilang di dunia pendidikan tinggi. Kali ini, UMM dinobatkan sebagai kampus swasta terbaik di Jawa Timur berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2025.
Dalam daftar bergengsi tersebut, UMM tidak hanya unggul di tingkat regional, tetapi juga berhasil menempati peringkat ke-17 untuk seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, di Indonesia.
Pencapaian ini menjadi lebih bermakna karena pada tahun sebelumnya, UMM belum berhasil masuk dalam daftar Asia University Rankings.
Namun dengan tekad kuat untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas di berbagai lini, Kampus Putih—sebutan akrab UMM—mampu menunjukkan lompatan yang signifikan dalam dunia akademik internasional.
Menanggapi pencapaian ini, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh sivitas akademika.
“Capaian ini merupakan hasil nyata dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi seluruh komponen kampus, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan,” katanya pada Sabtu (25/4/2025).
Dia menegaskan bahwa keseimbangan antara proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi faktor kunci yang mendorong UMM mampu bersaing di tingkat nasional dan regional.

Nazaruddin juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari upaya UMM dalam menjaga kualitas di berbagai bidang. UMM terus mendorong inovasi dalam proses belajar mengajar, meningkatkan kuantitas dan kualitas riset, serta memperluas kerja sama internasional.
“Selain itu, pelayanan terhadap mahasiswa juga menjadi fokus utama untuk menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan berdaya saing global,” tutur dia.
Dalam proses penilaiannya, Times Higher Education memperhatikan sejumlah aspek strategis yang menjadi indikator penting kualitas sebuah universitas.
Beberapa aspek yang dinilai meliputi kualitas penelitian, efektivitas proses pengajaran, kemampuan transfer ilmu pengetahuan ke masyarakat, serta tingkat aktivitas internasional kampus.
THE juga meninjau data-data lain seperti rasio staf dan mahasiswa, persentase mahasiswa internasional, kesetaraan gender, dan berbagai faktor lainnya yang memengaruhi performa universitas secara keseluruhan.
Pada edisi Asia University Rankings 2025 ini, THE melakukan pemeringkatan terhadap 853 universitas dari 35 negara di Asia. Dengan kompetisi yang semakin ketat, keberhasilan UMM menembus daftar ini menjadi bukti bahwa kampus ini telah mampu memenuhi standar internasional dan menunjukkan daya saing global.
Lebih lanjut, Nazaruddin menegaskan bahwa rekognisi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional, memiliki peran penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas suatu institusi pendidikan tinggi.
Namun, ia mengingatkan bahwa lebih dari sekadar mendapatkan pengakuan, yang terpenting adalah memastikan bahwa kualitas pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa benar-benar nyata dan berkelanjutan hingga ke dunia kerja.
“Kami berharap, capaian ini tidak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga menjadi energi baru bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas di semua aspek. Pada akhirnya, upaya ini merupakan kontribusi nyata UMM dalam membangun Indonesia yang lebih baik, mempersiapkan generasi muda untuk meraih cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. Nazaruddin mengakhiri pernyataannya dengan optimisme.
Dengan prestasi ini, Universitas Muhammadiyah Malang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kampus swasta unggulan di Indonesia yang mampu bersaing di kancah internasional, menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan. (wh)
