UMM dan Pemkot Batu Berkolaborasi Cetak 1000 Sarjana

Penandatanganan MoU antara UMM dan Pemerintah Kota Batu. (ist)
www.majelistabligh.id -

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Pemerintah Kota Batu menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pelaksanaan Program 1000 Sarjana. Perjanjian kerjasama ini untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia di Kota Batu melalui kolaborasi strategis.

Penandatanganan MoU ini dilaksanakan di GOR Gajah Mada Kota Batu, pekan lalu. Kolaborasi ini menandai komitmen bersama antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan akses pendidikan tinggi.

Wali Kota Batu, Nurochman, menyebut investasi pendidikan tak bisa ditawar dan pemerintah akan terus memastikan setiap pelajar memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.

Ia menegaskan bahwa komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan program beasiswa sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. “Beasiswa ini menjadi prioritas untuk melahirkan SDM yang lebih kompetitif,” kata Nurochman.

Inisiatif Program 1000 Sarjana Pemerintah Kota Batu digagas sebagai upaya untuk mendorong remaja daerah agar melanjutkan studi pada program-program unggulan. Terutama yang menopang keunggulan sumber daya alam lokal seperti pertanian dan pariwisata. UMM, sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Kota Malang, merupakan mitra strategis menjadi support system bagi Kota Batu.

Sementara itu, Muhammad Fath Mashuri, M.A., Kepala Bagian Kerjasama UMM pada Bidang IV, menjelaskan bahwa UMM tidak hanya ingin berdampak luas untuk Indonesia, tetapi juga ingin memberikan dampak nyata pada wilayah terdekat, salah satunya Kota Batu.

“UMM tidak hanya mengandalkan anggaran dari Pemerintah Kota Batu, tetapi juga turut memberikan subsidi tambahan. Bentuk dukungan tersebut berupa potongan biaya studi bagi mahasiswa asal Kota Batu, di mana sebagian biaya SPP ditanggung oleh UMM dan sisanya dibayarkan oleh Pemerintah Kota Batu,” ujar Fath, menyoroti peran UMM yang proaktif dalam kemitraan ini.

Dalam mekanisme Program 1000 Sarjana, proses seleksi penerima beasiswa melibatkan verifikasi dua pihak. UMM dan Pemerintah Kota Batu bekerja sama dalam mengidentifikasi mahasiswa aktif ber-KTP Batu.

Untuk menjamin kualitas penerima, program ini menerapkan filter IPK minimum dan batas maksimal studi semester 8. Batasan ini penting untuk menjamin bahwa benar-benar penerima beasiswa ini adalah mahasiswa yang memiliki komitmen serius dalam menjalani proses perkuliahan.

Fath yang juga merupakan dosen psikologi UMM itu menambahkan, Pemerintah Kota Batu secara rutin menerima laporan perkembangan studi mahasiswa dari UMM. Hal ini menjadi bahan evaluasi yang ketat untuk memastikan keberlanjutan program beasiswa setiap semesternya. Sistem evaluasi ini diselaraskan dengan visi UMM dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Fath berpesan agar generasi muda Kota Batu memanfaatkan peluang besar ini. “Pemerintah daerah Kota Batu dalam hal ini memberikan kepedulian yang besar, terhadap pembangunan manusia dan pengembangan soft skill generasi muda. Oleh karena itu generasi muda di Kota Batu harus memanfaatkan dan menyerap sebanyak mungkin pengetahuan yang bisa didapatkan di perguruan tinggi,” pungkasnya.(*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search