UMS dan PCIM Turki Bahas Digitalisasi Ekonomi Syariah dalam Forum Internasional

UMS dan PCIM Turki Bahas Digitalisasi Ekonomi Syariah dalam Forum Internasional
www.majelistabligh.id -

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki, Lazismu Turki, serta organisasi YediHilal dari Turki sukses menggelar forum internasional bertema “Empowering the Digital Muslim Generation: From Investment to Zakat Management”.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini dilaksanakan pada Senin (7/7/2025) di kantor pusat YediHilal, Istanbul, dan dihadiri langsung oleh diaspora Indonesia serta pelaku ekonomi syariah di Turki.

Forum ini bertujuan untuk membahas peluang dan tantangan digitalisasi dalam kehidupan masyarakat Muslim, terutama dalam ranah investasi, pengelolaan zakat, kewirausahaan, serta etika teknologi.

Muhammad Aunul Muwaffaq, Wakil Sekretaris PCIM Turki, dalam presentasinya yang bertajuk “Maqashid dan Mesin: Mencari Keseimbangan di Era Digital”, menekankan pentingnya mengkaji kembali relasi antara kemajuan teknologi dan moralitas manusia.

“Kita harus waspada agar kemajuan teknologi tidak justru membawa kemunduran akhlak dan krisis kemanusiaan. Perlu ada keseimbangan antara kemajuan digital dengan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual,” ujarnya.

Sementara itu, dari pihak UMS, Rahmatdi—dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis—menggarisbawahi pentingnya membangun kesadaran finansial melalui investasi syariah berbasis teknologi digital.

Menurutnya, perkembangan fintech syariah membuka ruang partisipasi lebih luas bagi diaspora Muslim dalam pembangunan ekonomi global tanpa mengesampingkan nilai-nilai Islam.

“Teknologi finansial yang kian canggih dan mudah diakses dapat memperkuat peran diaspora dalam ekonomi global. Yang penting, tetap berpegang pada prinsip syariah,” jelas Rahmatdi.

Dari YediHilal, Mucahin Cetin turut berbagi pengalaman dalam mendidik generasi muda Muslim menjadi wirausahawan yang sukses dan berintegritas.

Dia menuturka,  kesuksesan dalam bisnis tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari sejauh mana pelaku usaha menjunjung nilai-nilai Islam dalam praktiknya.

“Pebisnis Muslim harus berani mengambil keputusan, sabar dalam menghadapi tantangan, bersyukur atas pencapaian, dan menjunjung tinggi akhlak dalam setiap aspek usaha,” tegasnya.

Kegiatan ini mencerminkan tekad PCIM Turki untuk menjadi motor penggerak internasionalisasi gerakan Muhammadiyah, serta membuka ruang kolaborasi global bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).

Melalui sinergi lintas negara yang berbasis nilai Islam, forum ini diharapkan dapat menciptakan peluang kerja sama internasional yang lebih luas dan berdampak. (bhisma)

Tinggalkan Balasan

Search