Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) secara resmi ditetapkan sebagai Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan (LPPP) untuk program Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA).
Penunjukan ini dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai bagian dari upaya memasukkan materi Koding dan KA ke dalam kurikulum sekolah dasar dan menengah mulai tahun ajaran mendatang.
Langkah ini menandai peran strategis Umsida dalam memajukan literasi digital di Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan para pendidik yang akan membimbing generasi muda di era teknologi.
Inisiatif pengajuan sebagai lembaga pelatihan dimotori oleh Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP) Umsida.
Namun, karena keterbatasan jumlah fasilitator di internal PTI, kolaborasi pun dilakukan dengan Prodi Informatika.
Beberapa dosen dari Informatika turut menjadi fasilitator untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pelatihan.
“Kami mulai pengajuan dari Prodi PTI. Karena jumlah fasilitator masih terbatas, kami menggandeng Prodi Informatika. Alhamdulillah, dosen-dosen dari Informatika turut mendukung dan menjadi fasilitator,” ungkap Fitria Nur Hasanah, M.Pd., dosen PTI Umsida.
Untuk mempersiapkan tim pengajar yang mumpuni, Umsida mengirimkan delegasinya mengikuti Training of Trainers (TOT) yang dilaksanakan di Surabaya. Tercatat 10 peserta diajukan untuk pendidikan dasar dan 8 peserta untuk pendidikan menengah. Semuanya dinyatakan lolos seleksi nasional.
Pelatihan TOT berlangsung di dua lokasi berbeda, yakni Hotel Windam untuk pendidikan dasar dan Hotel Platinum untuk pendidikan menengah. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali materi teknis tentang Koding dan KA, tetapi juga pelatihan pedagogik agar mampu menyampaikan materi secara efektif kepada siswa.
“Seluruh peserta yang kami ajukan lolos, ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Umsida,” ujar Fitria.
Pelatihan guru akan dilaksanakan mulai Juli 2025 dan menyasar total 169 sekolah. Dari jumlah tersebut, 95 sekolah berasal dari jenjang pendidikan dasar, sementara 74 lainnya dari pendidikan menengah.
Para peserta pelatihan terdiri dari guru SMP, SMA, dan SMK yang akan mengampu materi Koding dan KA di sekolah masing-masing.
Fitria menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat membantu para guru memperkuat kompetensi digital mereka.
“Kami ingin guru-guru mendapatkan bekal yang memadai agar dapat menyampaikan materi Koding dan KA dengan baik, serta memotivasi siswa untuk tertarik pada dunia teknologi,” tambahnya.
Penunjukan ini memberikan dampak positif bagi Prodi PTI dan Informatika, baik dari segi peningkatan eksistensi maupun peluang kolaborasi dengan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Selain itu, program ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung sebagai fasilitator, pendamping pelatihan, hingga peneliti dalam bidang teknologi pendidikan.
Fitria menegaskan bahwa keikutsertaan Umsida dalam program nasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan FPIP, khususnya Prodi PTI dan Informatika, ke ranah yang lebih luas.
“Kami berharap kiprah ini bisa meningkatkan reputasi Umsida sebagai kampus yang unggul dalam bidang teknologi dan pendidikan,” tuturnya.
Dengan keterlibatannya sebagai LPPP resmi, Umsida membuktikan kesiapan dan kemampuannya dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Melalui program pelatihan ini, Umsida berkomitmen menyiapkan tenaga pendidik yang kompeten, sekaligus ikut mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di era digital yang terus berkembang.
“Melalui program ini, Umsida tak hanya membantu guru-guru dari berbagai daerah, tapi juga ikut ambil bagian dalam membentuk generasi penerus yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Fitria. (mutafarida)
