Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk memberikan perlindungan sosial bagi para petani.
Sinergi ini diumumkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) 2025 yang digelar di Student Dormitory UMY, pada Sabtu (2/8/2025).
Acara yang berlangsung pada 1-2 Agustus 2025 ini mengusung tema “Penguatan Pondasi Kelembagaan Petani Menuju Transformasi Pertanian yang Inklusif dan Berkelanjutan”.
Dalam acara tersebut, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan hadir sebagai kolaborator untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi para petani.
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugriyanto, S.Pd., M.Kom., CIFM., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi untuk melindungi para pekerja, khususnya di sektor pertanian.
“Kami memiliki target untuk melindungi anak bangsa yang bekerja dengan risiko tinggi. Tugas berat ini membutuhkan sinergi kelembagaan yang kuat untuk mendorong kesejahteraan,” ungkap Eko.
Sebagai langkah nyata, BPJS Ketenagakerjaan menjalin kerja sama dengan UMY. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan jaminan sosial yang lebih berarti bagi para pekerja.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai aspek, seperti penelitian dan pengabdian masyarakat, dengan harapan UMY dapat menjadi “agen perubahan” dengan jangkauan yang luas di masyarakat.
Eko juga menyampaikan bahwa keterlibatan BPJS Ketenagakerjaan dengan PERHEPI kali ini merupakan yang pertama.
Dia menyoroti rendahnya literasi masyarakat terhadap jaminan sosial, terutama di kalangan petani, yang merupakan ujung tombak ketahanan pangan Indonesia.
“Pekerja formal dan petani yang sudah kami cover baru sekitar 40 ribu, padahal jumlah petani di Indonesia lebih dari 2 juta,” tambahnya.
Melalui kerja sama ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap MoU dengan UMY dapat menjadi langkah penting untuk memperluas perlindungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan para petani di seluruh Indonesia. (*/wh)
