Selamat Hari Ibu! Cukupkah kalimat itu untuk memberikan penghargaan pada seorang ibu? Tentu masih jauh dari kata cukup. Sebab perjuangan ibu tidak pernah henti, setiap detik, menit, jam, hari sampai ia wafat. Perjuangan ibu terutama untuk anaknya, tak lekang oleh waktu. Lalu…pantaskah kita menyia-nyiakan seorang ibu?
Ungkapan kasih sayang seorang ibu terus lekat di hati anaknya. Tetapi sayangnya, pengorbanan seorang ibu justru disadari setelah ibu wafat, meninggal dunia. Kesunyian tanpa ibu mengingatkan kembali bagaimana perjuangan ibu melahirkan anaknya, membesarkan, mendidik, dan memberikan kasih sayang yang tak pernah pudar.
Kesadaran itu juga diungkapkan oleh para tokoh, baik dalam negeri maupun tokoh dunia. Intinya, kasih sayang ibu digambarkan sebagai suatu yang sangat besar, dan tak mampu untuk membalasnya. Berikut kutipannya:
Kahlil Gibran
“Ibu adalah segalanya, dia adalah hiburan dalam kesedihan kita, harapan dalam penderitaan, dan kekuatan dalam kelemahan. Dia adalah sumber cinta, kasih sayang, simpati, dan ampunan. Orang yang kehilangan ibunya berarti telah kehilangan jiwa murni yang selalu memberkati dan melindunginya.”
“Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘Ibu’, dan panggilan yang paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati.”
Felix Siauw
“Seolah-olah ibu rumah tangga adalah pekerjaan tanpa perlu pengetahuan, padahal jadi ibu adalah pekerjaan sulit penuh tantangan.”
George Washington
“Ibuku adalah perempuan paling cantik yang pernah saya lihat. Semua yang aku miliki, aku berutang kepada ibu. Aku mengaitkan kesuksesanku dalam hidup dengan pendidikan moral, intelektual, dan fisik yang aku terima dari ibu.”
Harry S Turman
“Tak ada orang di dunia ini yang bisa menggantikan ibumu. Benar atau salah, dalam pandangannya Ibu selalu baik. Dia mungkin memarahimu untuk hal kecil, tapi tak pernah untuk hal-hal besar.”
Stevie Wonder
“Ibu adalah guru terhebatku, guru tentang kasih sayang, cinta, dan keberanian. Jika cinta semanis bunga, maka ibuku adalah bunga manis dari cinta.”
Abraham Lincoln
“Untuk siapa diriku saat ini, dan harapanku di masa depan, aku berhutang pada ibu – malaikatku.”
Mahatma Gandhi
“Ibu adalah guru pertama bagi anaknya.”
Iwan Fals
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku, anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
Seperti udara, kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas
Ibu, ibu
Ingin kudekap dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas, ibu, ibu.
