UNIMUDA Sorong, Kepemimpinan Tak Biasa yang Mengubah Segalanya

www.majelistabligh.id -

*)Oleh: Rudi Utomo, S.KM, M.Kes

Di bagian paling timur Indonesia, di jantung Kabupaten Sorong, berdiri sebuah perguruan tinggi Muhammadiyah yang tidak hanya tumbuh, tetapi berkembang melampaui ekspektasi. Namanya: Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong. Meskipun berada jauh dari pusat-pusat pendidikan ternama di Indonesia, UNIMUDA hadir sebagai bukti bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang bagi kemajuan—selama dipimpin oleh seorang pemimpin yang luar biasa.

Adalah Dr. Rustamadji, M.Si sosok rektor yang memegang kendali kepemimpinan UNIMUDA. Ia dikenal luas sebagai figur yang tegas, dan visioner. Tapi lebih dari itu, dia juga pemimpin yang berpikir dan bertindak out of the box.

Dalam banyak kesempatan, ia menyatakan bahwa ujung dari pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya dalam bentuk perguruan tinggi, terletak pada leadership—dan bukan leadership biasa. Pemimpin, katanya, harus ekstra, bahkan ekstrem.

Bagi Dr. Rustamadji, kepemimpinan bukan tentang duduk di balik meja besar dan menandatangani tumpukan dokumen. Kepemimpinan adalah tentang turun langsung ke lapangan, menyentuh realitas, membaca suasana, dan menyelesaikan masalah secara nyata. Dalam setahun, katanya, jumlah hari ia masuk ruang kerja rektor bisa dihitung dengan jari. Selebihnya, ia berada di luar, berkeliling kampus, memastikan semua berjalan sebagaimana mestinya, bahkan lebih baik dari yang direncanakan.

Ia juga tak segan menggunakan pendekatan yang tidak lazim. “Kadang kita perlu sein kanan tapi belok kiri,” ujarnya berseloroh, menggambarkan bahwa pemimpin harus lihai membaca situasi dan tidak selalu kaku mengikuti jalur standar.

Peraturan, katanya, memang membuat kita teratur, tapi belum tentu membuat institusi cepat maju. Di sinilah keberanian berpikir terbalik menjadi kunci.

UNIMUDA Sorong tidak hanya dikenal karena laju pertumbuhannya, tetapi juga karena inklusivitasnya. Sekitar 80% mahasiswa UNIMUDA berasal dari latar belakang non-Muslim. Namun di sinilah nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin benar-benar hidup. UNIMUDA menjadi cermin nyata bagaimana Muhammadiyah mengamalkan Islam bukan hanya sebagai ajaran ritual, tetapi sebagai kerja nyata yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan agama, suku, atau latar belakang sosial.

Dr. Rustamadji memiliki mimpi besar: suatu hari, mahasiswa dari Jawa akan datang ke Sorong untuk menimba ilmu di UNIMUDA, bukan karena kebutuhan, tetapi karena pilihan. Bahkan saat ini, UNIMUDA sudah memiliki mahasiswa dari negara tetangga, Papua Nugini. Ini menjadi bukti bahwa universitas ini sedang menapaki jalur internasional dengan karakter khasnya sendiri.

Kini, UNIMUDA sedang bersiap membuka Fakultas Kedokteran. Proses perizinan sedang berlangsung, dan harapan besar diletakkan pada terbitnya surat keputusan dari Kementerian. Di saat yang sama, UNIMUDA juga tengah membangun Rumah Sakit Kelas C yang diperkirakan dapat diresmikan Desember 2025. Keduanya diharapkan menjadi tulang punggung pengabdian UNIMUDA bagi masyarakat Papua Barat Daya, sekaligus bagian dari peran strategis Muhammadiyah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Gaya kepemimpinan Dr. Rustamadji yang lugas dan taktis menjadi mesin utama di balik gerak cepat kampus ini. Ia tidak mengandalkan birokrasi panjang untuk bertindak. Ia mengedepankan kemitraan strategis. Maka tak heran, hubungan UNIMUDA dengan berbagai instansi pemerintah, swasta, hingga tokoh masyarakat lokal sangat erat. “Kita harus sangat dekat,” ujarnya, karena dari kedekatan itulah lahir kepercayaan, dan dari kepercayaan lahir banyak kesempatan.

Kisah UNIMUDA Sorong bukan sekadar kisah sukses perguruan tinggi di daerah. Ini adalah kisah tentang kepemimpinan yang berani mengambil jalur berbeda, berpikir di luar kebiasaan, dan menjadikan nilai-nilai Muhammadiyah sebagai pijakan, bukan sekadar slogan. Kepemimpinan seperti inilah yang mampu mengubah peta, menembus batas, dan membuka masa depan yang cerah—meski dimulai dari tempat yang jauh dari pusat.

Dari timur Indonesia, Muhammadiyah menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tempat kecil. Dan selama masih ada pemimpin yang tidak takut berbeda, tidak takut menantang arus, maka masa depan pendidikan Muhammadiyah akan terus menyala terang.

*) Wakil Sekretaris MPKU PWM Jatim, Anggota IKKESINDO dan Pemerhati Kebijakan Perumahsakitan Indonesia

 

Tinggalkan Balasan

Search