Urgensi Camp Omah Tauhid bagi Calon Dokter Lulusan FK UM Surabaya

*) Oleh : dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes
Kepala Unit Kedokteran Islam FK UM Surabaya
www.majelistabligh.id -

Di dunia kedokteran, kompetensi teknis dan pengetahuan ilmiah memang menjadi fondasi utama bagi seorang dokter. Namun, di balik keterampilan medis yang canggih, terdapat dimensi lain yang tak kalah penting: spiritualitas dan moralitas.

Kesadaran inilah yang melatarbelakangi lahirnya Camp Omah Tauhid, sebuah program penguatan spiritualitas yang ditujukan bagi calon dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (FK UM) Surabaya.

Program ini selaras dengan konsep Baitul Arqam Muhammadiyah, yakni kegiatan pembinaan ideologi dan keislaman bagi kader persyarikatan.

Tauhid, sebagai konsep dasar dalam Islam, mengajarkan bahwa segala sesuatu di dunia ini bergantung kepada Allah SWT.

Dalam praktik kedokteran, kesadaran ini sangat penting agar seorang dokter senantiasa menjunjung tinggi etika, memiliki empati terhadap pasien, serta menyadari bahwa ilmu medis hanyalah alat yang dianugerahkan Allah untuk menolong sesama.

Melalui Camp Omah Tauhid, para calon dokter diharapkan semakin memahami bahwa kesembuhan sejati bukan semata-mata hasil intervensi medis, melainkan juga merupakan kuasa Ilahi yang ‘bekerja’ melalui tangan dokter.

Kegiatan dalam camp ini tidak terbatas pada ceramah keagamaan, tetapi juga mencakup diskusi interaktif, kajian tafsir ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kesehatan, serta refleksi mendalam tentang tanggung jawab seorang dokter muslim.

Dengan pendekatan ini, peserta memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai prinsip tauhid yang membimbing setiap tindakan medis mereka.

Di tengah dunia medis yang semakin kompetitif, tantangan terbesar bagi seorang dokter bukan hanya keahlian klinis, tetapi juga integritas dan profesionalisme. Tak jarang terjadi kasus malpraktik atau penyalahgunaan profesi karena lemahnya landasan moral dalam praktik kedokteran.

Camp Omah Tauhid hadir sebagai wadah untuk menanamkan etika profesi yang berlandaskan ajaran Islam. Melalui sesi pembinaan karakter dan simulasi situasi etis dalam dunia medis, para peserta diajak menghadapi berbagai dilema nyata yang sering muncul dalam praktik sehari-hari.

Misalnya, bagaimana mengambil keputusan sesuai prinsip Islam dalam situasi sulit, atau bagaimana menolak praktik medis yang bertentangan dengan nilai-nilai tauhid.

Dengan pelatihan ini, lulusan FK UM Surabaya akan memiliki kepekaan moral yang tinggi dan mampu menjadi dokter yang bertanggung jawab secara profesional maupun spiritual.

Seorang dokter bukan hanya penyembuh penyakit, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan sosial dan dakwah. Islam mengajarkan bahwa setiap individu memiliki peran dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan, termasuk di ranah medis.

Camp Omah Tauhid bertujuan membentuk dokter yang memiliki visi keislaman yang kuat dan mampu menyebarkan nilai-nilai Islam di lingkungan kerja mereka.

Kegiatan dalam camp ini mencakup pelatihan kepemimpinan, diskusi strategi dakwah di dunia medis, serta penyusunan proyek sosial berbasis kesehatan.

Melalui pendekatan ini, calon dokter didorong untuk tidak hanya menjadi tenaga medis yang kompeten, tetapi juga aktif berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui nilai-nilai Islam.

Camp Omah Tauhid bukan sekadar kegiatan pembinaan spiritual biasa. Ini adalah proses pendidikan holistik yang bertujuan membentuk dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai tauhid, berintegritas tinggi, dan memiliki jiwa kepemimpinan untuk membawa perubahan positif di dunia medis.

Dalam konteks dunia kesehatan yang semakin kompleks, kehadiran dokter dengan landasan spiritual yang kuat sangatlah penting.

FK UM Surabaya, melalui program ini, berupaya memastikan bahwa setiap lulusannya bukan hanya menjadi tenaga medis yang andal, tetapi juga insan yang bertanggung jawab dalam mengemban amanah keilmuan dan keislaman.

Dengan demikian, Camp Omah Tauhid menjadi bukan hanya ajang pembinaan, melainkan juga langkah strategis dalam mencetak dokter yang berdaya saing tinggi dan teguh pada prinsip-prinsip Islam. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search