Ustaz Kusnadi Ikhwani Ungkap Strategi Memakmurkan Masjid di MBF Gunung Anyar

Ustaz Kusnadi Ikhwani Ungkap Strategi Memakmurkan Masjid di MBF Gunung Anyar
www.majelistabligh.id -

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat dakwah yang perlu terus dikembangkan agar keberadaannya benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Hal ini tercermin dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Fadli (MBF), Gunung Anyar Tambak, Surabaya, pada Sabtu (19/7/2025) malam, bertepatan dengan 24 Muharram 1447 H.

Ruang utama masjid dipadati jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga remaja. Bahkan, gang Pisang yang berada di samping masjid, penuh oleh kendaraan para jamaah.

Suasana malam itu terasa istimewa karena MBF menghadirkan tamu spesial, yakni Ustaz Kusnadi Ikhwani. Ketua Takmir Masjid Al-Falah (masjid percontohan nasional) sekaligus Pengurus LPCRPM PP Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Ezif Fahmi Wasi’an menjelaskan bahwa kehadiran Ustaz Kusnadi bertujuan untuk berbagi kiat serta strategi memakmurkan masjid secara konkret dan berkelanjutan.

Ustaz Kusnadi menyampaikan bahwa pembangunan masjid seharusnya tidak hanya berhenti pada aspek fisik seperti bangunan dan fasilitas, tetapi juga harus disertai misi dakwah dan kontribusi nyata bagi umat.

“Sebuah masjid akan hidup dan makmur bila memiliki keunikan serta keunggulan khas yang membedakannya dari masjid lain,” katanya.

Dia mencontohkan sebuah masjid di Banjarmasin yang dikenal luas karena memiliki program unggulan berupa layanan perawatan jenazah.

“Masjid tersebut menyediakan fasilitas antar-jemput jenazah dengan mobil premium, terlepas dari lokasi domisili keluarga duka. Program ini menjadikan masjid tersebut dikenal secara nasional dalam waktu relatif singkat,” ungkap Ustaz Kusnadi.

Lebih lanjut, Ustaz Kusnadi mengingatkan para takmir untuk tidak terlalu fokus pada kesempurnaan fisik bangunan, melainkan lebih penting untuk menyusun program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Program tidak hanya terbatas pada kajian keagamaan, tetapi juga harus mencakup pemenuhan kebutuhan jasmani umat,” tandasnya.

Dia menegaskan bahwa keterbatasan dana bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi, sebab dengan niat tulus dan usaha sungguh-sungguh, Allah akan mencukupi kebutuhan umat.

Ustaz Kusnadi juga menekankan pentingnya membangun relasi yang baik dan humanis antara takmir dengan jamaah, serta mendorong pelibatan generasi muda dalam pengelolaan masjid.

“Peran takmir dapat dianalogikan seperti dewan komisaris dalam sebuah perusahaan, sementara operasional sepenuhnya dijalankan oleh board of director dari kalangan muda,” papar dia.

Ustaz Kusnadi mengingatkan sabda Rasulullah saw yang menyebut bahwa salah satu dari tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di hari Kiamat adalah pemuda yang hatinya terpaut dengan masjid.

“Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda dalam memakmurkan masjid adalah langkah penting yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Ustaz Kusnadi menutup ceramahnya dengan sesi tanya jawab, yang membuka ruang diskusi antara peserta dari berbagai masjid.

Antusiasme terlihat saat mereka saling berbagi tantangan dan mencari solusi bersama. Ustadz Kusnadi pun menjawab setiap pertanyaan dengan solusi yang tepat dan aplikatif.

Sebagai penutup, dia menyerahkan bukunya yang berjudul Strategi Memakmurkan Masjid kepada para takmir dari sejumlah masjid seperti Masjid Iqro’, Al-Ikhlash, Mundiami, Baitul Makmur, Al-Jihad, dan lainnya.

Takmir MBF merasa bersyukur atas terselenggaranya acara ini. Mereka berharap kehadiran Ustaz Kusnadi menjadi motivasi kuat untuk menjadikan masjid mereka lebih ramai dan makmur di masa mendatang. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search