Ustaz Sholihin Fanani: Jangan Cari Citra, Berkhidmahlah Ikhlas untuk Muhammadiyah

www.majelistabligh.id -

Cahaya mentari pagi menyinari Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik di Jalan Permata No. 7 Graha Bunder Asri ketika ratusan jemaah berdatangan dengan semangat antusias. Ahad, 2 November 2025 (11 Jumadil Awal 1447 H), menjadi momen istimewa bagi warga Muhammadiyah Gresik yang mengikuti Pengajian Ahad Pagi Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 07.30 WIB itu menjadi bukti semangat keislaman dan ke-Muhammadiyah-an yang terus menyala. Hadir berbagai kalangan, mulai dari remaja masjid, ibu-ibu majelis taklim, bapak-bapak, hingga para sesepuh Muhammadiyah.

Mereka duduk rapi, menyiapkan alat tulis, dan menyimak dengan khidmat materi yang disampaikan. Antusiasme tampak sejak pagi. Banyak jemaah datang jauh sebelum acara dimulai. Acara dibuka dengan suara merdu pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ustaz Khotibul Umam (qari muda Muhammadiyah Gresik), dilanjutkan sambutan Ketua Majelis Tabligh PDM Gresik, Ustaz Badrus Sholeh.

Puncak kegiatan diisi oleh tausiyah Ustaz Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM, Wakil Ketua PWM Jawa Timur Bidang Tabligh, dengan tema “Ikhlas Berkhidmah untuk Muhammadiyah.” Dengan gaya bertutur yang khas dan sarat makna, Ustaz Sholihin menyampaikan bahwa keikhlasan adalah fondasi utama dalam beramal.

“Syukur adalah kunci terbukanya segala keberkahan,” ungkapnya penuh keyakinan.

Beliau kemudian mendetailkan empat dimensi syukur yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, syukur dengan ucapan (bil qauli), tidak sekadar mengucap hamdalah, tetapi juga memuliakan asma Allah dalam setiap kesempatan. Kedua, syukur dengan perbuatan (bil fi’li) diwujudkan dengan konsistensi dalam beribadah dan meningkatkan kualitas amal shaleh. Ketiga, syukur dengan harta (bil mali) melalui kedermawanan dan kepedulian sosial yang tulus. Keempat, syukur dengan perasaan (bil ruhi) berupa keteguhan iman dan keyakinan yang semakin kokoh seiring berjalannya waktu.

Ustaz Sholihin juga mengutip pesan KH. Ahmad Dahlan: “Sepi ing pamrih, rame ing gawe.” “Seorang kader Muhammadiyah harus bekerja keras tanpa pamrih, mengedepankan pengabdian di atas pencitraan, dan menempatkan keikhlasan sebagai fondasi setiap amal,” tegasnya di hadapan jemaah.

Beliau mengingatkan bahwa orang ikhlas tetap beramal meski tak dilihat orang, tidak mengeluh saat menghadapi tantangan, dan tidak merasa paling berjasa.

“Hati-hati dengan riya’ dan sum’ah, karena keduanya bisa menghapus nilai sebuah amal,” pesannya.

Dalam sesi yang berharga itu, Ustaz Sholihin juga menekankan pentingnya meneladani empat sifat Rasulullah dalam kehidupan berorganisasi, khususnya di Muhammadiyah. Sifat Shiddiq (kejujuran) harus menjadi landasan dalam setiap perkataan dan perbuatan. Sifat Amanah (dapat dipercaya) harus melekat dalam menjalankan setiap tugas. Sifat Tabligh (menyampaikan) diwujudkan dalam dakwah yang santun dan mencerahkan. Sifat Fathanah (kecerdasan) diperlukan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Berakal berarti menggunakan pikiran yang jernih dalam menyikapi persoalan, sedangkan berbudi berarti menghiasi diri dengan akhlak karimah,” jelasnya.

Suasana pemeriksaan kesehatan saat Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik, Ahad (2/11/2025)

Di luar ruangan, panitia menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang ramai dimanfaatkan jemaah. Tim medis muda Muhammadiyah melayani dengan ramah dan profesional. Kotak infak pun terisi penuh sebagai wujud kepedulian sosial.

Menurut panitia, lebih dari 600 peserta hadir. “Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bahkan banyak jemaah yang berdiri karena kursi tak mencukupi,” ujar salah satu panitia.

Salah satu jemaah, Ahmad (52), menyebut tausiyah Ustaz Sholihin sangat menginspirasi. “Beliau berhasil menghubungkan konsep keikhlasan dengan kehidupan nyata di Muhammadiyah,” tuturnya.

Sementara Ibu Siti (45) dari Ranting Sukorame mengaku tersentuh. “Materinya sangat relevan dengan kondisi sekarang. Saya jadi sadar pentingnya mengikhlaskan setiap niat dalam beramal, termasuk di ‘Aisyiyah,” ujarnya.

Pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustaz Sholihin, disusul ramah-tamah dan foto bersama. Suasana keakraban begitu terasa. Banyak jemaah tetap tinggal untuk berdiskusi dan memperkuat silaturahmi.

Kegiatan Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik ini diharapkan bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi pemantik semangat baru dalam berkhidmah untuk persyarikatan. Ke depan, Majelis Tabligh PDM Gresik berkomitmen menghadirkan tema-tema aktual dan pemateri berkualitas guna mencerdaskan umat dan membangun peradaban yang bermartabat. (Muhammad Jamaluddin)

Tinggalkan Balasan

Search