Menyambut Ramadan, umat Islam harus melakukan persiapan yang matang, baik secara lahiriah maupun batiniah. Menurut Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Dr. Sholihin Fanani, terdapat empat hal penting yang harus diperhatikan agar ibadah puasa Ramadan menjadi berkualitas.
“Dengan menerapkan empat hal ini, insya Allah puasa kita akan lebih bermakna dan memberikan manfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya dalam Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Manyar, Gresik, pada Ahad (16/2/2025).
Ustaz Sholihin menjelaskan bahwa persiapan pertama adalah tazkiatun niyat, yaitu menata niat dalam ibadah puasa.
“Innamal a’malu bin niyat,” ujarnya, mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang berarti segala amal tergantung pada niatnya.
Persiapan kedua adalah tazkiatul qolbi, yang bermakna membersihkan hati dari segala hal yang dapat mengotori kebersihan spiritual.
“Dalam menjalankan ibadah puasa, seseorang harus menjauhkan diri dari sifat iri, dengki, dan penyakit hati lainnya,” jelasnya.
Selanjutnya, ia menyampaikan tentang tazkiatun nafs, yaitu membersihkan diri dari hawa nafsu, amarah, dan godaan setan.
“Bulan Ramadan adalah momentum untuk melatih diri dalam mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Terakhir, ia menekankan pentingnya tazkiatul amal, yakni menjaga amal ibadah terutama setelah Ramadan.
“Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi harus menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas diri agar tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah di bulan-bulan berikutnya,” pungkasnya.
Dengan memahami dan menerapkan empat persiapan tersebut, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh makna dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Pengajian rutin yang diselenggarakan PCM Manyar ini berlangsung penuh semangat. Acara yang digelar setiap dua bulan sekali ini diadakan secara bergilir di ranting-ranting PCM Manyar, dan kali ini bertempat di PRM Tanggulrejo. Melalui acara ini, diharapkan seluruh jamaah yang hadir menjadi manusia pilihan dengan menghadiri majelis ilmu.
Pengajian kali ini juga menjadi momentum bersejarah dengan adanya launching Gerobak Lazismu Sakinah. Gerobak ini merupakan hasil iuran sukarela sebesar Rp2.000 dari anggota. Ini adalah inisiatif pertama yang dilakukan di Ranting Tanggulrejo, dan diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota PRM untuk terus beramal serta membantu orang lain.
Ketua PCM Manyar, Muhammad Taufik, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam menghadapi bulan puasa, terdapat tiga golongan manusia: mereka yang menzalimi diri sendiri, mereka yang bersikap acuh, dan mereka yang bersungguh-sungguh dalam fastabiqul khoirot (berlomba dalam kebaikan).
“Terima kasih kepada PRM yang sudah menyiapkan segalanya. Ini adalah bagian dari menolong agama Allah SWT dan balasan dari Allah sangat nyata,” tuturnya.
Selain pengajian, acara ini juga dimeriahkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Masyarakat setempat memanfaatkan layanan ini dengan antusias untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, PRM Tanggulrejo juga membagikan bingkisan kepada warga sekitar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial semakin meningkat di lingkungan PRM Tanggulrejo.
Pengajian ini tidak hanya menjadi ajang memperkuat iman dan ilmu, tetapi juga menjadi sarana berbagi dan menebar kebermanfaatan bagi masyarakat luas. (msf/wh)
