Waktu, Mata Uang Kehidupan yang Tak Bisa Dicetak Ulang

Waktu, Mata Uang Kehidupan yang Tak Bisa Dicetak Ulang

*) Oleh: Ferry Is Mirza DM

Lima hari lagi, kita akan memasuki bulan suci Ramadan, bulan penuh berkah yang ditandai dengan ibadah shalat tarawih dan sahur. In sya Allah, kita semua diberikan kesempatan untuk menunaikannya bersama keluarga dalam keadaan sehat wal afiyah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Namun, sudahkah kita benar-benar menyadari betapa berharganya waktu yang kita miliki? Betapa seringnya kita membiarkan detik-detik berlalu tanpa makna, seolah-olah waktu akan selalu berpihak kepada kita. Padahal, setiap tarikan dan hembusan nafas adalah bagian dari perjalanan hidup yang semakin mendekatkan kita kepada liang kubur.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah ungkapan hikmah:“Tiada suatu nafas yang terlepas dari kita, melainkan di situ ada takdir Allah yang berlaku atas diri kita.”

Allah Ta’ala telah mengingatkan kita dalam firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al-Hasyr: 18)

Lebih lanjut, dalam Surah Al-‘Ashr, Allah bersumpah atas nama waktu, mengisyaratkan betapa pentingnya waktu dalam kehidupan manusia:

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.”(QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Ayat ini menjadi peringatan bagi kita semua, bahwa waktu adalah anugerah yang sangat berharga. Jika tidak digunakan dengan baik, kita akan termasuk dalam golongan yang merugi, kecuali jika kita mempergunakan waktu untuk beriman, beramal shalih, dan saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran.

Menjaga Waktu dengan Bijak

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan kesempatan.”(HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa banyak orang tidak menyadari betapa berharganya waktu hingga mereka kehilangannya. Saat sehat, kita sering menunda amal shalih. Saat masih muda, kita sering lalai. Hingga akhirnya waktu berlalu dan kita menyesal karena kesempatan itu tak bisa kembali.

Dalam hadits lainnya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan kita untuk memanfaatkan lima perkara sebelum lima perkara lainnya datang:

Waktu muda sebelum datangnya tua. Masa muda adalah masa penuh energi dan semangat. Jangan sampai kita baru sadar untuk beribadah ketika tenaga sudah melemah.

Waktu sehat sebelum datangnya sakit. Saat sehat, kita mampu beribadah dengan optimal. Namun, ketika sakit, barulah kita merindukan waktu sehat yang telah terlewat.

Waktu kaya sebelum datangnya miskin. Kekayaan adalah ujian, dan sebaik-baik harta adalah yang digunakan untuk kebaikan sebelum hilang.

Waktu luang sebelum datangnya kesibukan. Saat memiliki banyak waktu, kita sering menunda-nunda kebaikan. Padahal, ketika sibuk, kita baru merasa betapa berharganya waktu luang yang dulu disia-siakan.

Waktu hidup sebelum datangnya mati. Kematian adalah kepastian, dan setiap detik yang berlalu mendekatkan kita kepadanya.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang diberi panjang umur dan baik amalannya. Sejelek-jeleknya manusia adalah yang diberi panjang umur tetapi buruk amalannya.”(HR. Ahmad)

Orang-orang yang menyia-nyiakan waktu akan menyesal di akhirat. Mereka akan berkata:

“Wahai Tuhanku, kembalikan aku (ke dunia) agar aku dapat berbuat amal shalih yang telah aku tinggalkan.”(QS. Al-Mu’minun: 99-100)

Namun, penyesalan itu tidak akan berguna. Waktu yang sudah berlalu tidak akan bisa kembali. Oleh karena itu, mari kita gunakan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya. Berbuat baik, memperbanyak ibadah, dan selalu mengingat Allah dalam setiap detik kehidupan kita.

Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk memanfaatkan waktu dengan bijak dan menjadikan setiap detik sebagai amal yang mendekatkan kita kepada-Nya. Aamiin. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *