Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menjadi tuan rumah pelaksanaan Pelatihan Instruktur (PI) Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK-SDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Wilayah Kerja 3, yang mencakup kawasan Jawa Timur bagian timur.
Kegiatan strategis ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 28 hingga 30 Mei 2025, dan diikuti oleh puluhan peserta kader Muhammadiyah dari berbagai daerah.
Acara pembukaan yang berlangsung pada Rabu (28/5/2025) tersebut, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Muhammadiyah dan pemerintah, yakni Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI (Dikti Saintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.; Wakil Ketua PWM Jatim Dr. M. Sholihin Fanani; Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK-SDI) PWM Jatim Dr. Phil. Roqib, M.Si.; serta Rektor UM Jember Dr. Hanafi, M.Pd.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Dikti Saintek RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., memberikan apresiasi atas kegiatan MPK-SDI PWM Jatim yang dinilainya memiliki dampak strategis bagi kemajuan bangsa.
“Kegiatan seperti ini harus berdampak jangka panjang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Muhammadiyah adalah organisasi yang dikenal memiliki SDM yang unggul,” ujar Fauzan.
Dia menegaskan, keunggulan SDM Muhammadiyah harus dimanfaatkan secara optimal untuk kemajuan bangsa dan negara.
“Saat ini banyak kader Muhammadiyah yang mendapat amanah di pemerintahan. Ini adalah kepercayaan yang harus dijaga. Keberadaan Muhammadiyah bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan anak cucu kita,” tambah mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jatim Dr. M. Sholihin Fanani dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa pengkaderan adalah inti dari kelangsungan hidup organisasi Muhammadiyah.
“Pengkaderan adalah napas sebuah organisasi. Jika pengkaderan lancar, maka napas organisasi akan panjang. Begitu juga sebaliknya,” tegasnya.
Dia berharap para peserta pelatihan dapat kembali ke daerahnya masing-masing dan menjadi instruktur yang hebat dalam melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang tangguh dan berintegritas.
“Kita harus terus menumbuhkan semangat kepada generasi muda Muhammadiyah agar bersemangat membesarkan dan mendakwahkan Muhammadiyah. Masa depan Muhammadiyah tergantung pada generasi mudanya,” ujar Sholihin.

Namun demikian, Kiai Sholihin—begitu sapaan karibnya—juga menyampaikan kekhawatiran terhadap fenomena menurunnya minat generasi muda untuk aktif di Muhammadiyah.
“Ini tantangan kita bersama. Maka pelatihan seperti ini harus disajikan secara kreatif dan inovatif agar menarik bagi anak-anak muda,” pesannya.
Ketua MPK-SDI PWM Jawa Timur Dr. Phil. Roqib menekankan bahwa pelatihan instruktur ini merupakan bagian dari proses pengkaderan yang sangat fundamental dalam gerakan Muhammadiyah.
“Pengkaderan di Muhammadiyah adalah kegiatan yang sangat penting dan fundamental. Oleh karena itu, para peserta harus mengikuti kegiatan ini dengan serius dan sungguh-sungguh agar dapat menyerap materi yang luas dari para pemateri yang luar biasa,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan agar para peserta tidak meninggalkan kegiatan sebelum seluruh proses selesai.
“Rugi kalau ada yang pulang sebelum kegiatan selesai. Kesempatan ini sangat berharga,” tegasnya.
Rektor Unmuh Jember Dr. Hanafi menyampaikan rasa bahagia dan bangganya karena kampus yang ia pimpin terpilih menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan penting ini.

“Kami sangat senang dan bahagia karena kegiatan yang luar biasa ini ditempatkan di Universitas Muhammadiyah Jember. Ini merupakan penghargaan yang sangat istimewa,” ungkap Hanafi.
Kata dia, UM Jember terbuka untuk menjadi tuan rumah bagi setiap kegiatan Muhammadiyah dan Ortom. Bahkan, pihaknya menyatakan kesiapan memberikan fasilitas kampus secara cuma-cuma bagi kegiatan serupa.
“Kami mengundang PDM dan AUM untuk mengadakan kegiatan di kampus kami. Insyaallah gratis. Hanya tinggal mengatur jadwal saja. Ini tugas kami untuk memberikan fasilitas bagi kegiatan Muhammadiyah,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.
Pelatihan Instruktur MPK-SDI Wilker 3 Jawa Timur ini menjadi ajang penting dalam memperkuat barisan kader Muhammadiyah.
Dengan semangat pengabdian, para peserta diharapkan tidak hanya menguasai materi pelatihan, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam membina kader di daerahnya masing-masing.
Seiring dengan tantangan zaman, pengkaderan yang kreatif dan inovatif menjadi kunci agar Muhammadiyah tetap menjadi kekuatan utama dalam mencetak generasi unggul yang siap memajukan umat dan bangsa. (msf/wh)
