*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Banyak wanita yang tidak menyadari, bahwa ia di rumah saja, itu sudah termasuk ibadah. Wanita yang betah di rumah itu ibadah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَـرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُ وْلٰى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, …”
(QS Al-Ahzab: 33)
Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas bahwa janganlah wanita keluar rumah kecuali ada hajat seperti ingin menunaikan salat di masjid, selama memenuhi syarat-syaratnya.
(Tafsir AlQuran Al-‘Azhim, 6:182)
Alasan wanita lebih baik di rumah, menjadi IRT (Ibu Rumah Tangga) karena “wanita itu aurat”. Disebutkan dalam hadis dari ‘Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah, maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”.
(HR Ibnu Khuzaimah no. 1685 dan Tirmidzi no. 1173. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Wanita yang betah di rumah inilah yang menjaga diri. Wanita karir begitu bebas bergaul dengan lawan jenis di kantor, tanpa kenal batas. Padahal Allah Ta’ala memuji wanita yang menjaga dirinya.
ۗ فَا لصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗ
“…Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga…”
(QS An-Nisa’ : 34)
Ath-Thabari berkata dalam kitab tafsirnya (6:692), “Wanita tersebut menjaga dirinya ketika tidak ada suaminya, juga ia menjaga kemaluan dan harta suami. Di samping itu ia wajib menjaga hak Allah dan selain itu.”
Semoga bermanfaat. (*)
