Waspadai MERS-CoV, Jemaah Haji Diminta Hindari Unta dan Susu Unta Segar

www.majelistabligh.id -

Jemaah haji Indonesia diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Virus yang masih endemis di beberapa wilayah Timur Tengah ini dapat menyebar melalui kontak dengan unta dan konsumsi produk yang belum diproses secara higienis, seperti susu unta mentah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji (PKH) Kementerian Kesehatan RI, dr. Liliek Marhaendro Susilo, mengingatkan agar jemaah tidak melakukan kontak langsung dengan unta, termasuk tidak berfoto di dekat hewan tersebut. Selain itu, jemaah juga disarankan untuk tidak mengonsumsi susu unta segar yang belum melalui proses sterilisasi.

“Virus MERS-CoV memiliki gejala yang mirip dengan COVID-19. Walau kasus terakhir ditemukan di Riyadh, yang cukup jauh dari Makkah dan Madinah, kita tetap harus waspada,” ujar dr. Liliek saat memberikan keterangan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (19/5) malam waktu setempat.

Untuk mencegah penularan, ia mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan secara disiplin, seperti menggunakan masker saat keluar hotel dan mencuci tangan secara rutin, khususnya sebelum makan.

Selain menghindari paparan virus MERS-CoV, jemaah juga diimbau menjaga stamina agar tidak mudah terserang penyakit pernapasan seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), yang kerap meningkat saat musim panas di Arab Saudi.

Beberapa tips menjaga kebugaran selama ibadah haji adalah sebagai berikut:

  • Pakai masker saat beraktivitas di luar ruangan;
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun minimal 20 detik;
  • Konsumsi makanan sehat dan cukup gizi;
  • Minum air putih dalam jumlah cukup;
  • Istirahat yang cukup dan Minum oralit setelah beraktivitas untuk menjaga cairan tubuh

“Kalau kita bugar, insya Allah kita terhindar dari berbagai macam penyakit. Maka, mari kita jaga kesehatan secara optimal,” tegas dr. Liliek.

Cuaca panas ekstrem di Tanah Suci juga menjadi tantangan tersendiri. Menurut dr. Liliek, bahkan warga lokal pun khawatir terhadap ISPA saat suhu meningkat.

Untuk itu, jemaah diminta mengatur aktivitas agar tidak kelelahan. Bila memungkinkan, lakukan aktivitas di malam hari atau saat suhu tidak terlalu terik.

Dengan mematuhi imbauan dari Kementerian Kesehatan dan menghindari faktor risiko seperti kontak dengan unta dan konsumsi susu mentah, jemaah diharapkan dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dalam kondisi prima. (afifun nidlom)

 

Tinggalkan Balasan

Search