Sebanyak 22 santri dari berbagai latar belakang pendidikan berhasil menyelesaikan pendidikan & latihan dakwah di Sekolah Kader Muballigh Muhammadiyah (SKMM) Angkatan ke-6 Mejelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang Jawa Timur, Ahad (27/7/2025). Acara wisuda 22 santri ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat, pengurus Muhammadiyah Wilayah, Daerah hingga Cabang dan Mejelis/Lembaga, serta keluarga santri yang dengan penuh harapan menyaksikan kelulusan putra mereka.
Suasana haru dan kebanggaan terasa saat para orang tua melihat anak-anak mereka siap menjalani langkah baru dalam hidup, membawa semangat dan ilmu untuk menjadi generasi pencerah umat.
Sebanyak 22 santri menjalani pendidikan di SKMM selama 3 bulan. Dari jumlah tersebut, terdapat 3 santri yang berasal dari latar belakang pendidikan Doktor, 2 santri berpendidikan Magister, dan sisanya adalah Sarjana S1.

Keberagaman ini menunjukkan bahwa SKMM tidak hanya menarik minat kalangan muda, tetapi juga para profesional yang ingin lebih mendalami ilmu agama dan dakwah. Hal ini mencerminkan komitmen SKMM untuk menjadi wadah pembelajaran yang inklusif, di mana setiap individu, terlepas dari latar belakang akademisnya, dapat menemukan ruang untuk belajar dan berkembang.
Ketua PDM Kota Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, MA menekankan pentingnya peran muballigh dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, serta mengajak para lulusan untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi bagi umat.
“Tantangan dakwah di masa depan akan semakin kompleks, sehingga lulusan harus siap menghadapi berbagai dinamika yang ada. Untuk itu para muballigh harus bisa menata hati, menata pikiran dan menata tingkah laku,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Sholikhul Huda, M.Fil.I memberikan penghargaan kepada para santri atas dedikasi dan semangat belajar yang telah ditunjukkan selama masa pendidikan.
“Dalam kesempatan ini saya mengingatkan bahwa muballigh Muhammadiyah itu moderat berkemajuan, tidak hanya menguasai ilmu agama saja tapi juga menguasai disiplin ilmu yang lain, dan selalu melakukan pengembangan literasi keilmuan,” tambahnya.
Pendidikan SKMM: Teori dan Praktek
Program pendidikan di SKMM dirancang dengan kombinasi antara teori dan praktek. Selama 3 bulan, para santri diberikan materi yang mendalam mengenai berbagai aspek ilmu agama Al- Qur’an, hadis, fikih, pandangan ijtihad Muhammadiyah yang komprehensif, serta strategi dan ilmu dakwah yang efektif.
Selain itu, mereka juga dilatih untuk mampu beradaptasi dengan berbagai situasi dan tantangan yang dihadapi dalam berdakwah di masyarakat. Dengan pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan para santri dapat menjadi muballigh yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang mumpuni, yang sangat diperlukan di era globalisasi ini.
Para instruktur yang berpengalaman, banyak di antaranya merupakan tokoh penting dalam Muhammadiyah dan pemimpin masyarakat, memberikan wawasan yang berharga untuk membentuk pemikiran kritis santri.
Dengan selesainya pendidikan di SKMM, para santri diharapkan dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Mereka diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan pesan-pesan dakwah dengan baik, tetapi juga menjadi teladan dalam perilaku dan akhlak.
Tanggung jawab ini tentu tidak ringan, tetapi dengan bekal ilmu dan pengalaman yang telah didapatkan, para lulusan diharapkan dapat menghadapi tantangan dakwah di era modern ini. Diharapkan mereka mampu mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari ke dalam kehidupan sehari-hari serta turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, toleran, dan beradab.
Wisuda Sekolah Kader Muballigh Muhammadiyah Angkatan ke-6 bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi merupakan tonggak penting dalam perjalanan dakwah Muhammadiyah. Dengan semangat yang membara, para lulusan diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik, lebih beradab, dan lebih beriman. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga inovator yang mampu membawa transformasi positif di lingkungan mereka.
Dengan dukungan dari Majelis Tabligh PDM Kota Malang dan seluruh pengurus, diharapkan SKMM dapat terus melahirkan kader-kader muballigh yang berkualitas di masa mendatang. Semoga para lulusan dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya dan terus berkontribusi dalam dakwah dan pengembangan umat. Kita semua berharap, dengan pelatihan dan pendidikan yang telah mereka terima, para santri tidak hanya mampu menjalankan tugas dakwah, tetapi juga menjadi pemimpin masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman dengan bijaksana dan integritas yang tinggi. (*/tim)
