Kecintaan kepada Rasulullah saw bukan sekadar ucapan, melainkan manifestasi nyata dalam mengikuti jejak langkah dan tuntunan hidupnya. Semangat inilah yang melandasi kegiatan Halalbihalal di Masjid An-Nuur, Perumahan Citra Medayu Residence, Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, pada Sabtu malam (11/4/2026).
Acara yang dihadiri ratusan jemaah tersebut menghadirkan narasumber Ustaz Dr. Imam Syaukani, MA, seorang akademisi sekaligus pengasuh rubrik populer #NgajiDinoIki. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya mengonversi rasa cinta kepada Nabi Muhammad saw menjadi kebiasaan hidup melalui tujuh sunah harian yang istikamah.
Cinta yang Menghadirkan Ampunan
Membuka kajiannya, Ustaz Imam Syaukani mengutip Surah Ali Imran ayat 31. Beliau menjelaskan bahwa indikator utama seorang hamba dicintai oleh Allah adalah sejauh mana ia mampu mengikuti (ittiba’) kepada Rasulullah saw.
“Jika kita benar-benar mencintai Allah, maka jalannya hanya satu: ikuti Rasulullah. Imbalannya sangat luar biasa, yakni kasih sayang Allah dan ampunan atas dosa-dosa kita,” ujar Ustaz Imam di hadapan para jemaah.
Tujuh Pilar Sunnah Harian
Dalam rinciannya, Ustaz Imam membedah tujuh amalan praktis yang dapat menjaga spiritualitas seorang Muslim sepanjang hari:
- Menegakkan Shalat Tahajud
Membuka hari dengan ketaatan di sepertiga malam adalah kunci terkabulnya doa. Mengacu pada hadis sahih, beliau mengingatkan bahwa Allah turun ke langit dunia untuk memenuhi permintaan hamba-Nya yang bermunajat di saat manusia lain terlelap.
- Memperbanyak Zikir dan Istigfar
“Rasulullah saja yang maksum (terjaga dari dosa) beristigfar seratus kali dalam sehari. Maka, bagi kita, istigfar adalah kebutuhan mutlak,” jelasnya. Beliau juga menambahkan bahwa istigfar anak yang saleh mampu mengangkat derajat orang tuanya di surga.
- Tilawah dan Memahami Al-Qur’an
Umat Islam memiliki lima kewajiban terhadap Al-Qur’an: mengimani, membaca, mendengar, memahami, hingga puncaknya adalah mengamalkan isinya dalam kehidupan bermasyarakat.
- Keberkahan Sedekah di Waktu Pagi
Mengutip hadis riwayat Muslim, Ustaz Imam menjelaskan adanya malaikat yang khusus mendoakan ganti bagi mereka yang berinfak di pagi hari, serta memohon kehancuran bagi mereka yang kikir.
- Salat Dhuha sebagai Penjamin Kebutuhan
Beliau mengajak jemaah untuk tidak meninggalkan empat rakaat di awal siang. “Allah Swt berjanji akan mencukupi kebutuhan hamba-Nya di akhir siang bagi mereka yang mau bersujud di waktu Duha,” tuturnya.
- Qiyaamul Lail sebagai Penolak Penyakit
Selain dimensi spiritual, salat malam disebut sebagai “hidangan” orang saleh yang memiliki manfaat medis. “Salat malam itu mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, menghapus kesalahan, sekaligus menolak penyakit dari badan,” tambah Ustaz Imam mengutip riwayat Tirmidzi.
- Menjaga Wudu
Mengambil teladan dari Bilal bin Rabah RA, Ustaz Imam memotivasi jemaah untuk senantiasa dalam keadaan suci. Konsistensi menjaga wudu dan melakukan salat sunah wudu inilah yang membuat suara langkah kaki Bilal terdengar di surga bahkan saat beliau masih hidup.
Sinergi dan Perubahan Perilaku
Di akhir sesi, Ustaz Imam Syaukani berpesan agar momen Halalbihalal ini menjadi titik balik bagi jemaah untuk memperbaiki kualitas ibadah. Beliau menekankan bahwa pendidik atau pemimpin yang baik adalah mereka yang memberikan keteladanan dengan mengamalkan apa yang disampaikan.
“Mari kita sambung hubungan dengan Rabb kita melalui zikir dan sedekah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Niscaya rezeki akan datang, pertolongan Allah akan tiba, dan hidup kita akan dicukupkan,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pukul 19.30 hingga 20.45 WIB ini ditutup dengan ramah tamah antarjemaah, memperkuat silaturahmi di lingkungan Perumahan Citra Medayu Residence. || munahar
