*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Wukuf (bahasa Arab: الوقوف) secara bahasa berarti berhenti atau diam. Dalam konteks haji, wukuf merujuk pada kegiatan berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Ini merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan. Tanpa wukuf, haji tidak sah.
Wukuf di Arafah adalah momen refleksi spiritual yang sangat dalam. Di sinilah jemaah haji mengingat kembali kisah Nabi Adam dan Hawa yang diturunkan ke bumi, sekaligus bermunajat memohon ampunan dan rahmat dari Allah. Wukuf menjadi titik balik penting dalam kehidupan seorang Muslim untuk introspeksi diri dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Idul Adha, di Padang Arafah, yang terletak sekitar 20 km sebelah timur Kota Makkah.
Tujuan,
Wukuf memiliki tujuan utama untuk mengingati peristiwa Nabi Adam dan Hawa yang diturunkan ke bumi, serta untuk merenungkan dosa-dosa dan kesalahan masa lalu, sekaligus bertekad untuk bertaubat dan memperbaiki diri.
Makna,
Wukuf merupakan saat yang tepat untuk berintrospeksi diri, memohon ampunan kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk hari esok.
Hukum,
Wukuf adalah rukun haji yang wajib dilaksanakan. Jika seseorang melewatkan wukuf, maka hajinya tidak sah, dan harus diulang tahun depan.
Tata cara,
Saat wukuf, jamaah haji disarankan untuk memperbanyak dzikir, doa, dan istighfar. Jamaah juga disarankan untuk mendengarkan khutbah wukuf dan shalat jamak qashar dhuhur dan ashar.
Semoga bermanfaat. (*)
