Seseorang akan senang ketika ada orang yang mengapresiasi kebaikan kita di hadapan orang lain. Namun, sebenarnya ada hal yang jauh lebih membanggakan lagi jika yang memuji kita adalah Allah Ta’ala, Tuhan semesta alam, apalagi kita dibanggakan dihadapan malaikat.
Orang seperti apakah yang dibanggakan Allah di hadapan malaikat ? Ya. Allah sangat bangga dengan orang yang senantiasa mengikuti majelis zikir yaitu salah satu ibadah yang memuji dan mengagungkan Allah.
Rasulullah saw. mengibaratkan majelis zikir merupakan taman surga yang berada di dunia hal itu dikatakan dalam sabdanya:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ
“Apabila kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah. Para sahabat bertanya apa taman surga itu? Rasulullah menjawab : halaqah majelis zikir.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Rasulullah menjelaskan bahwa Allah sangat membanggakan di hadapan malaikat bagi orang yang mendatangi majelis zikir. Diriwayatkan dari Muawiyah ra. bahwasanya beliau berkata:
“Sesungguhnya Rasulullah pada suatu ketika keluar menuju suatu golongan yang berkumpul dari kalangan para sahabatnya, lalu Rasulullah berkata, ‘Apakah yang menyebabkan kalian semua duduk di sini?’ Para sahabat menjawab, ‘Kami duduk untuk berzikir kepada Allah, memuji pada-Nya karena telah menunjukkan kami semua kepada Islam dan mengaruniakan kenikmatan Islam itu untuk kami. Lalu Rasulullah bersabda, ‘Demi Allah apakah kalian semua duduk di sini hanya untuk itu? Sesungguhnya Aku bukannya menyuruh kalian untuk bersumpah atas tuduhan meragukan kalian, tetapi Jibril datang kepadaku dan memberitahukan bahwa Allah membanggakan kalian di hadapan para malaikat.” (HR. Imam Ahmad, Imam Muslim, Imam Nasa’i , dan Tirmidzi)
Allah akan memberikan rahmat kepada hamba-Nya, membanggakan dan memujinya di hadapan para mahluk yang ada di sisi-Nya yaitu para malaikat bagi umatnya yang mendatangi majelis zikir.
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda:
لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah berkumpul suatu kelompok yang berzikir kepada Allah, melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapan-Nya.” (HR. Muslim)
Bagi orang yang senantiasa hadir dalam majelis ilmu, maka Allah pun akan menyebut-nyebut untuk orang-orang yang demikian di hadapan para malaikat. Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim, no. 2699)
Malaikat merupakan mahluk mulia yang selalu taat dengan segala perintah dari Allah, masing-masing dari mereka memiliki tugas yang berbeda-beda dan senantiasa menjalankan segala perintah Allah tanpa menentangnya sedikitpun.
Selain kedudukannya yang mulai dan dekat disisi Allah, doa-doa dari para malaikat juga sangat mustajab, seperti dijelaskan di dalam ayat al-Qur’an :
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ (26) لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ (27) يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يَشْفَعُونَ إِلا لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ (28)
“Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.” Maha Suci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” (QS. Al-Anbiyaa: 26-28)
Sebenarnya terdapat satu peristiwa dimana malaikat akan langsung menyaksikan ibadah atau doa-doa dan dzikir seorang muslim. Doa dan dzikir atau ibadah shalat subuh akan disaksikan langsung oleh para malaikat siang dan malaikat malam.
Kemudian, saat seseorang meminta ampunan ataupun memohon sesuatu di dalam doanya, maka seketika malaikat mengamininya dan juga memohonkan ampunan kepada Allah untuk mengampuni dosa-dosa orang tersebut. Dalil tentang salat subuh yang disaksikan langsung oleh para malaikat dijelaskan di dalam Alquran,
أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) subuh. Sungguh, salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Israa: 78)
Selain itu, shalat subuh juga memilki banyak keutamaan. Di antaranya mendapatkan jaminan dari Allah, seperti yang terkandung dalam sebuah hadis. Rasululah SAW bersabda,
مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
“Barangsiapa yang salat subuh, maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163).
Selain itu, shalat shubuh berjamaah juga memiliki keutamaan yang luar biasa. Seperti apa yang tercantum di dalam hadis berikut ini. Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
“Barangsiapa yang salat isya berjamaah, maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah, maka seolah-olah dia telah salat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah, maka seolah-olah dia telah salat seluruh malamnya,” (HR. Muslim no. 656). (*)
