Setelah Ramadan 1447 H kita lalui dengan berbagai dinamikanya, khususnya bagi Muhammadiyah dan warga persyarikatan terasa sangat istimewa dikarenakan mulai tahun 1447 tidak lagi menggunakan kriteria hisab hakiki Wujudul Hilal (WH). Beberapa waktu belakangan pendekatan tersebut menjadi trademark atau ciri khas Muhammadiyah dalam hal Hisab atau Falak.
Melalui Musyawarah Nasional Tarjih (Munas Tarjih) ke-32 di Pekalongan, kini beralih menggunakan sistem kalender Hijriah yang tidak hanya berlaku untuk wilayah Indonesia saja melainkan seluruh dunia atau bersifat global yang kini dikenal dengan Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT.
Setelah Ramadan berakhir, lalu awal bulan Syawal 1447 yang merupakan akhir dari bulan Ramadan serta menjadi hari bergembira karena merupakan hari Raya Idulfitri, momen bahagia di hari raya tersebut sangat spesial dan banyak diisi seperti kegiatan yang sangat beragam, mulai dari aktifitas mudik, silaturahmi dengan keluarga, hingga kegiatan halalbihalal. Bahkan penulis ingat saat masih remaja, biasanya setelah hari raya Idulfitri sering diisi dengan kegiatan tamasya atau tour misalnya ke pantai atau tempat-tempat wisata lainnya.
Ada 1 (satu) bulan lain yang dianggap penting dan istimewa yaitu bulan Zulhijah. Dari 12 bulan yang ada pada kalender hijriah, setidaknya ada 3 (tiga) bulan yang bagi masyarakat relatif istimewa yaitu bulan Ramadan, bulan Syawal, dan bulan Zulhijah. Bulan Ramadan berisi ibadah wajib yaitu puasa, bulan Syawal selain sebagai penanda akhir bulan Radaman juga menjadi momen hari raya, lalu bulan Zulhijah yang di dalamnya berisi kegiatan ibadah haji bagi yang terpanggil oleh Allah SWT, dan ibadah puasa sunnah arafah bagi umat Islam lainnya yang tidak terpanggil untuk melaksanakan ibadah haji.

Sebenarnya dari Gambar 1 terlihat seperti ada area berwarna hijau muda yang menunjukkan daerah-daerah yang pada saat Matahari terbenam pada Sabtu, 16 Mei 2026 Mei memiliki altitude (geosentrik) minimal 5° dan elongasi (geosentrik) minimal 8°, namun mengapa awal bulan Zulhijah 1447 H terjadi lusa?
Penyebabnya walau ada daerah yang memenuhi kriteria (5-8) namun waktu konjungsi terjadi setelah waktu fajar di New Zealand, yaitu konjungsi terjadi pada pkl. 20:01:03 UTC sedangkan waktu fajar di New Zealand terjadi pada pkl. 17:47:32 UTC atau waktu fajar di New Zealand terjadi 2jam 13 menit 31detik lebih dulu dibading konjungsi.

Kontur atau garis berwarna hitam adalah garis yang menunjukkan lokasi-lokasi yang pada saat Matahari terbenam memiliki altitude (geosentrik) 5° dan garis merah adalah lokasi-lokasi yang pada saat Matahari terbenamnya memiliki elongasi (geosentrik) 8°, area yang berwarna hijau muda adalah area yang memiliki altitude minimal 5° dan elongasi minimal 8°, atau untuk lebih sederhananya area hijau muda adalah area yang memenuhi kriteria (5-8).
Sedangkan pada hari Ahad tanggal 17 Mei 2026 atau peta bagian sebelah kiri pada Gambar 2, menunjukkan area hijau muda atau wilayah-wilayah yang telah memenuhi kriteria KHGT pada saat Matahari terbenam pada hari Ahad tanggal 17 Mei 2026, dengan lokasi pertama yang memenuhi kriteria ada di koordinat 69°00’00” Lintang Utara dan 180°00’00” Bujur Timur, sehingga pada tanggal 17 Mei 2026 M kriteria KHGT telah terpenuhi untuk masuknya awal bulan hijriah.
Komparasi 1 Zulhijah 1447 menurut KHGT dan Neo-IR MABIMS
Bagaimana prediksi untuk awal Zulhijah 1447 H menurut kriteria Neo-IR MABIMS yang digunakan pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Agama. Seperti ditunjukkan oleh Gambar 3, karena Neo-IR MABIMS pemberlakuannya hanya pada regional untuk wilayah-wilayah di Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dan terlihat bahwa area berwarna abu-abu yang menunjukkan area yang memiliki tinggi hilal (toposentrik) minimal 3° dan elongasi (geosentrik) minimal 6,4°, atau untuk mudahnya area berwarna abu-abu adalah area yang memenuhi kriteria Neo-IR MABIMS, tidak ada area berwarna abu-abu yang menyentuh wilayah-wilayah negara MABIMS, maka menurut teori awal bulan Zulhijah 1447 H menurut kriteria Neo-IR MABIMS adalah 18 Mei 2026 M, sehingga untuk Hari Arafah dan Iduladha akan bersamaan antara KHGT dengan Neo-IR MABIMS.
Walau keputusan resmi tentang kapan 1 Zulhijah 1447 H tetap menunggu hasil keputusan sidang isbat yang rencanananya akan di selenggarakan pada Sabtu, 16 Mei 2026 M.

