Masjid Al Azhar di komplek SD Muhammadiyah terpadu Besuki Situbondo, Jumat (6/2/2026) riuh ramai dengan suara canda tawa anak-anak. LAZISMU Jawa Timur didampingi LAZISMU Situbondo hadir ke masjid Al Azhar dengan membawa bantuan berupa 105 paket perlengkapan sekolah atau school kit untuk siswa siswi dan 8 unit kompor gas untuk orang tua wali murid.
Para siswa dari SD Muhammadiyah, TK Aisyiyah dan kelompok bermain tersebut merupakan sebagian korban banjir bandang yang melanda Besuki Situbondo Januari 2026 lalu.
Wakil Ketua LAZISMU Jatim yang membidangi pendistribusian dan pendayagunaan Aditio Yudono berharap dengan bantuan tersebut bisa menyemangati anak-anak untuk terus bersekolah, menuntut ilmu.
“Jadikan bencana sebagai hikmah agar kita tidak menyerah dengan kondisi yang tidak diharapkan. Patuhi arahan orang tua dan guru bagaimana seharusnya anak anak dalam menghadapi bencana. Semoga semua sehat walafiat dan selamat tidak terjadi hal hal yang tidak dikehendaki sewaktu terjadi bencana,” ucap Aditio Yudono.
Sementara itu Ruli Indriani, guru kelompok bermain anak mewakili guru dan ustadzah yang hadir menyampaikan ucapan terima kasih dan merasa bahagia atas perhatian dan kepedulian dari Muhammadiyah. Melalui LAZISMU dan MDMC, persyarikatan ini telah berpartisipasi dalam penanganan banjir bandang di Situbondo beberapa waktu lalu.
Ia mengapresiasi bantuan school kit atau perlengkapan sekolah yang sangat dibutuhkan oleh anak didik usai dilanda banjir. Begitu juga dengan bantuan sembako hingga peralatan memasak untuk orang tua wali murid penyintas banjir.
Sebanyak 105 paket School kit dan 8 unit kompor gas dibagikan kepada para penerima manfaat, yakni anak anak siswa siswi SD Muhammadiyah, TK Aisyiyah dan kelompok bermain, serta orang tua wali murid terdampak bencana banjir. Tak lupa setiap orang yang hadir di masjid juga mendapatkan 1 kaleng makanan RendangMu yang merupakan produk Qurban Kemasan LAZISMU Jawa Timur.
Respon Muhammadiyah Situbondo dalam penanganan warga terdampak banjir bandang
Sementara itu Manager LAZISMU Situbondo Sugiran menjelaskan, banjir bandang yang terjadi pada 21 Januari 2026 di Kabupaten Situbondo berdampak bagi sekitar 7400 KK di 15 desa pada 5 kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Besuki dengan 5414 KK yang terdampak. Genangan banjir antara 50 cm hingga mencapai 2 meter.
Berbeda dengan di Sumatra, banjir bandang di Kabupaten Situbondo tidak terlalu lama surutnya. Namun berdampak pada tempat tinggal warga. Hasil asesmen MDMC dan LAZISMU Situbondo, sejumlah rumah rusak parah hingga tidak bisa ditempati lagi.
Saat itu beberapa akses jalan di kecamatan Jatibanteng dan Besuki terputus karena rusaknya
jembatan. Dampaknya warga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan karena dapur rusak dan beberapa alat dapur terbawa arus banjir. Beberapa siswa sekolah ada beberapa yang belum mengikuti KBM Karena seragam dan perlengkapan sekolah terbawa oleh arus banjir.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Situbondo melalui MDMC dan LAZISMU tidak ketinggalan dalam menangani warga terdampak banjir. Bersama instansi pemerintah dan lembaga kebencanaan lainnya MDMC dan LAZISMU turun berpartisipasi memberikan bantuan dan dukungan bagi warga terdampak banjir. Pembagian tugas dilakukan dimana MDMC dan LAZISMU lebih fokus menangani warga terdampak yang putra putrinya bersekolah di perguruan Muhammadiyah dan Aisyiyah, terutama di Kecamatan Besuki.
Respon yang sudah dilakukan oleh Muhammadiyah antara lain; Penyaluran Bantuan Sembako untuk Guru AUM terdampak banjir, penyaluran bantuan paket Sembako dan donasi untuk siswa TK ABA 1 Besuki, melakukan assessment terhadap aiswa-siswi terdampak. Asessment juga dilakukan guna mengetahui kebutuhan tempat tinggal dan kebutuhan keluarga penyintas banjir di Kecamatan Besuki dan Banyuglugur. (*/tim)
