231 Kepala Madrasah Muhammadiyah Digembleng dalam DIKSUSKAMAD

Acara pembukaan Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (DIKSUSKAMAD) Region Jawa Tengah 1. (ist)
www.majelistabligh.id -

Sebanyak 231 Kepala Madrasah Muhammadiyah se-Solo Raya berkumpul di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Karanganyar, Jawa Tengah, guna mengikuti Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (DIKSUSKAMAD) Region Jawa Tengah 1.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 24–27 September 2026, mengusung tema “Menguatkan Mutu Untuk Mewujudkan Madrasah Muhammadiyah Unggul Berwawasan Global”.

Kepala Duta Madrasah Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Marjianti, M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai ruang pembekalan intensif. Target utamanya adalah mencetak kepemimpinan madrasah yang berprestasi, sehingga mampu mendorong performa lembaga sekaligus melejitkan potensi para siswanya.

“Pasca-kegiatan, para peserta diharapkan dapat menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret. Salah satu target besarnya adalah merancang strategi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan target kenaikan jumlah siswa hingga 200 persen, serta menyusun peta jalan pengembangan madrasah secara berkelanjutan,” ujar Marjianti, pada pembukaan DIKSUSKAMAD Region Jawa Tengah 1, Kamis (24/9/2026).

Dukungan penuh juga mengalir dari jajaran pemerintah daerah. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo, Lc., M.Ag., menyambut baik gelaran ini sebagai ajang bertukar pengalaman yang bernilai tinggi, baik antarpeserta maupun dengan para narasumber ahli. Pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan optimal bagi seluruh madrasah Muhammadiyah.

Acara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Dr. Iwan Junaedi, M.Pd. Dalam amanatnya, ia mengapresiasi keikhlasan seluruh panitia dan peserta, sekaligus memberikan pecutan semangat agar para kepala madrasah tidak sekadar pasif menunggu bantuan.

“Selama ini perhatian pemerintah terhadap madrasah swasta masih terbatas. Karena itu, Kepala Madrasah Muhammadiyah harus aktif, kreatif, dan pandai mencari terobosan. Jadikan tugas ini sebagai amanah yang terus bertumbuh,” tegas Iwan.

Ia menambahkan, kepala madrasah masa kini wajib menguasai empat kompetensi utama: akademik, sosial, kepribadian, dan entrepreneurship.

Lewat kompetensi ini, madrasah harus mampu diposisikan sebagai pilihan utama, pilihan terbaik, dan pilihan yang unik berbasis kearifan lokal (local wisdom). usai pelatihan, seluruh peserta ditargetkan mampu merumuskan serta mengeksekusi keunggulan khas di madrasahnya masing-masing.

Guna mendukung peningkatan mutu bereputasi global, Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah juga telah menerbitkan buku-buku pelajaran dwibahasa (bilingual) yang berakar kuat pada nilai-nilai Kemuhammadiyahan dan Keislaman. Langkah ini diharapkan memperkokoh fondasi karakter siswa di tengah arus modernisasi.

Di akhir penyampaiannya, Dr. Iwan menekankan bahwa madrasah Muhammadiyah telah membuktikan kontribusi besarnya bagi bangsa dan negara, sehingga sudah sepatutnya mendapat dukungan dan perhatian yang proporsional dari pemerintah.

Pembukaan Diksuskamad Region Jateng 1 ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF Wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar. || sholihin fanani

 

Tinggalkan Balasan

Search