4 Buku Ekonomi Syariah Dibedah di UMM

www.majelistabligh.id -

Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar forum diskusi dan bedah buku yang memperkaya khazanah pemikiran ekonomi Islam.

Acara yang berlangsung pada 3 Juni itu menjadi panggung bagi karya-karya ilmiah dosen dan mahasiswa Ekonomi Syariah UMM, sekaligus sarana refleksi atas isu-isu strategis dalam ekonomi Islam.

Turut hadir sebagai pembicara utama, Prof. Dr. Raditya Sukmana, MA, Ph.D., pakar ekonomi Islam nasional.

Setidaknya ada empat buku yang dibedah dalam forum tersebut. Buku pertama berjudul “Strategi Peningkatan Ekspor Industri Manufaktur Indonesia: Tinjauan Analitis” karya Dr. Muslikhati, SE, ME.

“Buku ini sangat relevan dalam konteks kebutuhan kita meningkatkan ekspor dan memperluas lapangan kerja,” ujar Raditya.

Dia menilai pendekatan yang digunakan penulis dapat dijadikan acuan bagi para pengambil kebijakan ekonomi nasional.

Daya tarik forum ini bertambah dengan hadirnya karya mahasiswa bertajuk “Mudharabah 4 Madzhab” yang ditulis Abiyyu Satrio Pranoto, Ari Andresta, dan Andi Faizah.

Menurut Raditya, buku ini “cukup komprehensif dalam membandingkan akad mudharabah menurut empat mazhab dan penerapannya di perbankan syariah dan konvensional.”

Namun, ia juga memberikan catatan, “Akan lebih kuat jika penulis mencantumkan latar belakang pendidikan untuk meningkatkan kredibilitas akademik.”

Buku ketiga yang dibedah adalah “Religiusitas, Ekonomi Syariah dan Kedermawanan” karya Dr. Rahmad Hakim, SHI, M.MA.

Dalam pembahasannya, Raditya mengatakan, “Buku ini menarik karena menghubungkan religiusitas dengan praktik ekonomi umat, termasuk fenomena judi online yang kini marak.”

Dia juga menyoroti pembahasan tentang kemandirian ekonomi UMKM, serta integrasi ekonomi syariah dalam sektor pendidikan dan kesehatan.

Adapun buku keempat adalah “Ekonomi Moneter: Teori Pengantar” karya Fitrian Aprilianto, S.E., M.E. Buku ini dinilai mampu menyederhanakan konsep-konsep makro dan mikro dalam ekonomi syariah.

“Penjelasannya sangat mendasar namun penting, terutama untuk mahasiswa baru. Gaya bahasa yang sederhana membuat buku ini mudah dipahami,” kata Raditya menutup sesi diskusi.

Forum ini menunjukkan bahwa kolaborasi dosen dan mahasiswa dapat menghasilkan kontribusi intelektual yang bermakna bagi pengembangan ekonomi Islam di Indonesia. (*/wh)

Tinggalkan Balasan

Search