Jadilah orang yang paling ikhlas, bukan yang paling baik, karena dalam berbuat baik belum tentu ada keikhlasan, tapi dalam ikhlas sudah tentu ada kebaikan.
Ada dua hal yang sebaiknya kita lupakan dalam hidup.
1) Lupakan kebaikan yang pernah kita lakukan kepada orang lain. Dengan kita melupakan perbuatan baik yang pernah kita lakukan, maka kita tidak akan mengharapkan balas budi dari orang yang pernah kita bantu.
Kalau kita terus mengingat-ingat kebaikan yang pernah kita lakukan, nantinya malah jadi kecewa. Saat kita sudah sering menolong dia, begitu kita minta pertolongan tapi dia nggak mau menolong kita.
Sudah seharusnya seseorang membantu tanpa rasa pamrih atau timbal balik. Nggak usah harus ada pengakuan dan nggak usah berharap kita bakal dibalas dengan kebaikan. Karena hanya Allah yang sebaik-baiknya membalas.
2) Lupakan perbuatan buruk orang terhadap kita. Dengan kita melupakan perbuatan buruk orang terhadap kita, maka kita tidak akan menyimpan dendam.
Kita belajar memaafkan orang yang buruk kepada kita. Memaafkan kesalahan orang lain termasuk akhlakul karimah yang sepantasnya menghiasi kepribadian setiap muslim.
Mungkin agak susah ketika kita harus memaafkan orang yang sudah berbuat buruk dan dzalim kepada kita.
Kita mungkin mengetahui kisah seorang Badui, yang ketika masih hidup di dunia, tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengatakan bahwa orang Badui itu ahli surga.
Ketika ditanya, apa amalan orang Badui sehingga ia menjadi ahli surga, orang Badui itu berkata, “Setiap malam sebelum tidur, aku selalu mendoakan orang-orang dan aku maafkan semua kesalahan orang-orang kepadaku dan aku juga mengikhlaskannya.”
Semoga kita bisa ikhlas ketika berbuat kebaikan kepada orang lain dan jangan ada rasa pamrih. Kita juga bisa bersabar dan tidak membalas ketika ada yang berbuat buruk kepada kita.
Semoga bermanfaat.
