Semangat dakwah generasi muda kembali bergelora melalui ajang Pemilihan Dai Muda Banyumas (Pildamas) Season 2 yang digelar Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Banyumas berkolaborasi dengan Satelit TV Purwokerto. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto pada 15–16 Februari 2026 ini menjadi panggung aktualisasi pelajar dalam mengasah kapasitas dakwah di tengah derasnya arus informasi digital.
Mengusung tema “Mencetak Generasi Dai yang Berakhlakul Karimah, Cerdas, dan Kreatif di Era Digital”, audisi diikuti 63 peserta dari lima kabupaten: Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap, dan Brebes. Antusiasme yang meluas ini menunjukkan bahwa semangat berdakwah di kalangan pelajar semakin menguat di era digital.

Ketua Panitia Penyelenggara, Rizky Z Nisa, menegaskan, Pildamas Season 2 bukan sekadar lomba pidato biasa. Fokus utama tahun ini adalah membekali dai muda agar mampu menyampaikan pesan agama yang menyejukkan namun tetap inovatif secara konten.
“Kami tidak hanya mencari sosok yang pandai berorasi, tetapi generasi yang memiliki akhlakul karimah sebagai fondasi, kecerdasan dalam memahami teks agama, serta kreativitas untuk mengemas dakwah di platform digital agar relevan dengan audiens masa kini,” ungkapnya.
Ketua Majelis Tabligh PDM Banyumas, KH. M. Sugeng, SAg, MPd menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pildamas Season 2 yang dinilainya sebagai langkah strategis dalam menyiapkan kader mubaligh muda Muhammadiyah.
“Kami berharap Pildamas ini menjadi ladang kaderisasi dakwah yang serius. Dai muda harus memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, serta komitmen dakwah yang kuat. Di era digital ini, mereka juga harus bijak dalam bermedia dan mampu menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tuturnya.
Selama dua hari pelaksanaan, para calon dai muda menampilkan kemampuan terbaiknya, mulai dari penguasaan materi keislaman, retorika public speaking, adab dan etika berdakwah, hingga kreativitas dalam mengemas pesan Islam agar relevan dengan generasi masa kini.
Audisi menghadirkan dewan juri yang kompeten di bidangnya. Sesi 1 dinilai oleh Ustadzah Ida Munawaroh dan Ustadz Bayu Subrata. Sesi 2 menghadirkan Ustadz Imam Suyanto, dan Ustadzah Leala Zuhrida. Sementara Sesi 3 dinilai oleh Ustadz Shihab Wicaksono Ardi dan Ustadz Faqih Usman. Para juri menilai aspek substansi materi, teknik penyampaian, penguasaan dalil, adab, serta kemampuan menjawab pertanyaan secara argumentatif dan sistematis.
Salah satu dewan juri, Ustadz Ki Dalang Imam Suyanto, SAg, MPd menyampaikan, setelah melalui proses penilaian yang objektif dan musyawarah dewan juri, sebanyak 50 peserta dinyatakan lolos ke babak penyisihan yang akan digelar pada 22–26 Februari 2026 di Aula Abu Daldiri PDM Banyumas. Dari jumlah tersebut, 38 peserta berasal dari Banyumas, 7 dari Banjarnegara, 4 dari Brebes, dan 1 dari Purbalingga.
“Setelah melalui proses penilaian yang objektif dan musyawarah dewan juri, kami menetapkan 50 peserta terbaik untuk melanjutkan ke babak berikutnya. Mereka akan bertanding di babak penyisihan pada 22–26 Februari 2026 di Aula Abu Daldiri PDM Banyumas,” jelasnya.
Kebanggaan juga dirasakan oleh Pesantren Modern MBS Bumiayu Brebes. Kyai Utsman Arif Fatkha, Lc., MPd, selaku Mudir sekaligus Pengasuh Pesantren Modern MBS Bumiayu Brebes. Ia menyampaikan rasa syukur atas lolosnya empat santri MBS Bumiayu pada babak audisi dan menegaskan, para santri akan kembali berkompetisi di babak penyisihan dengan persiapan yang lebih prima dan energik.
“Alhamdulillah, empat santri kami lolos pada babak audisi. InsyaAllah mereka akan tampil lebih siap, lebih prima, dan lebih energik pada babak penyisihan. Semoga doa, solidaritas, dan kebersamaan kita semua dalam menciptakan kader dan mubaligh unggul, religius, tangguh, mumpuni, serta berkeadaban dalam persyarikatan Muhammadiyah diberikan kemudahan dan mendapat keridhaan dari Allah SWT,” tuturnya.
Dukungan dari berbagai lembaga pendidikan Muhammadiyah semakin menegaskan bahwa Pildamas bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan gerakan bersama dalam membangun kaderisasi dakwah yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi dan semangat kaderisasi yang kuat, Pildamas Season 2 menjadi bukti bahwa estafet dakwah terus berjalan, menghadirkan harapan baru bagi masa depan dakwah Islam di wilayah Eks Karesidenan Banyumas dan sekitarnya. (tarqum aziz- kontributor Banyumas Raya)
