Abah Shol: Posting Kebaikan Bukan Riya’, Tapi Menginspirasi

Abah Shol: Posting Kebaikan Bukan Riya’, Tapi Menginspirasi
www.majelistabligh.id -

Dunia dakwah terus bergerak mengikuti arus zaman. Kini, ruang digital menjadi medan baru bagi warga Muhammadiyah untuk berdakwah dan menebar inspirasi. Hal itu disampaikan oleh Dr. H.M. Sholihin Fanani, MPSDM, dalam Sesi Kedua Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sabtu (11/10/2025) di Aula Mas Mansur Gedung Muhammadiyah Jatim.

Mengusung tema “Integrasi Nilai Islam dan Dakwah dalam Reputasi Digital”, Abah Shol—sapaan akrab Wakil Ketua PWM Jatim—mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk aktif membangun citra positif di dunia maya.

“Kita semua warga Muhammadiyah adalah pelaku digital, baik secara individu maupun organisasi,” ujarnya saat mengawali presentasinya.

Menurutnya, setiap aktivitas warga Muhammadiyah, sekecil apa pun, layak untuk dipublikasikan.

“Hal sekecil apa pun kegiatan harus dipublikasikan. Ini bukan riya’, tapi menginspirasi,” tegas Abah Shol.

Ia mencontohkan seorang kader di Mojokerto, Mas Fathur, yang konsisten mengunggah kegiatan dakwah dan sosial melalui akun pribadinya bernama Mumtaz. “Inilah bentuk sederhana membangun reputasi digital yang baik,” tambahnya.

Abah Shol juga menceritakan pengalaman pribadinya saat mengunggah kegiatan penyerahan wakaf tanah seluas 6 hektare di Palembang.

“Dari satu postingan itu, ada dua orang lain yang akhirnya ikut mewakafkan tanahnya untuk Muhammadiyah, baik untuk masjid, pendidikan, maupun rumah sakit,” ungkapnya.

Dari kisah itu, ia menegaskan pentingnya reputasi digital sebagai sarana dakwah nyata.

“Reputasi bukan apa yang diklaim oleh seseorang, melainkan apa yang dipersepsikan oleh orang lain,” ujarnya.

Karena itu, warga Muhammadiyah harus cermat membangun persepsi publik yang baik. Nilai-nilai Islam, kata Abah Shol, harus menjadi fondasi utama dalam membentuk reputasi digital. Ia menegaskan lima prinsip penting yang wajib dijaga:

1. Kejujuran dan transparansi dalam informasi
2. Etika komunikasi publik
3. Integritas dan profesionalisme
4. Amal saleh dan citra positif
5. Menjaga nama baik dan menghindari fitnah

“Citra Muhammadiyah tidak hanya dilihat dari amal usahanya, tapi dari pribadi yang islami,” pungkasnya. (furkan abidin)

 

Tinggalkan Balasan

Search