Aisyiyah Jawa Timur Presentasikan Inovasi Majelis Ekonomi dalam Pemberdayaan Wirausaha Perempuan

Aisyiyah  Jawa Timur Presentasikan Inovasi Majelis Ekonomi dalam Pemberdayaan Wirausaha Perempuan
www.majelistabligh.id -

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Pusat Aisyiyah menggelar Workshop Presentasi Hasil Riset 2025 secara daring, Ahad (8/3/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB ini menghadirkan sepuluh tim penerima hibah riset Sapa Tresna Research Award (STRA) 2025 dari berbagai wilayah di Indonesia.

Para peneliti memaparkan dokumentasi mengenai kiprah, kepemimpinan, serta gerakan perempuan ‘Aisyiyah dalam berbagai bidang pemberdayaan masyarakat.

Salah satu tim yang mempresentasikan hasil riset berasal dari LPPA Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWM)  Jawa Timur. Tim tersebut diwakili oleh Erna Yayuk yang memaparkan penelitian berjudul “Inovasi Majelis Ekonomi ‘Aisyiyah Jawa Timur dalam Pemberdayaan Wirausaha Perempuan: Analisis Dampak terhadap Peningkatan Kesejahteraan Keluarga dan Kemandirian Ekonomi.” Penelitian itu merupakan bagian dari program hibah STRA PP ‘Aisyiyah tahun 2025.

Dalam paparannya, Erna menjelaskan, tim peneliti menggunakan metode mixed method dengan pendekatan explanatory untuk mengkaji dampak inovasi pemberdayaan ekonomi perempuan. Penelitian ini melibatkan 398 pelaku usaha perempuan binaan Majelis Ekonomi Aisyiyah.

Para responden berasal dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Komposisi tersebut menggambarkan kondisi pelaku usaha perempuan yang beragam di berbagai daerah. Penelitian tersebut memetakan empat jejak utama gerakan ekonomi perempuan yang dikembangkan ‘Aisyiyah.

Pertama, pemetaan awal penguatan ekonomi perempuan melalui program pemberdayaan berbasis komunitas yang mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga.

Kedua, pengembangan kapasitas wirausaha melalui pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, serta penguatan keterampilan produksi bagi pelaku UMKM perempuan. Selain itu, Majelis Ekonomi ‘Aisyiyah juga mengembangkan inovasi pemberdayaan berupa akses permodalan berbasis komunitas, pendampingan usaha, dan pemasaran digital.

Ketiga, penguatan jaringan usaha dengan membangun komunitas pelaku usaha perempuan yang saling mendukung dalam pengembangan produk serta strategi pemasaran. Program ini juga memperluas jangkauan pembinaan bagi pelaku usaha perempuan di berbagai daerah di Jawa Timur.

Keempat, dampak sosial dan ekonomi yang terlihat dari peningkatan pendapatan keluarga, penguatan kemandirian ekonomi perempuan, serta meningkatnya partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata persepsi responden menunjukkan dampak positif dari program inovasi Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan. Sebanyak 78 persen responden mengaku mengalami peningkatan pendapatan keluarga, sementara 85 persen menyatakan kemandirian ekonomi keluarga meningkat setelah mengikuti program pemberdayaan tersebut.

Meski demikian, penelitian ini juga mencatat sejumlah tantangan. Di antaranya keterbatasan akses permodalan bagi usaha kecil dan menengah, literasi digital yang masih beragam di kalangan pelaku usaha perempuan, serta pembagian peran domestik dan usaha yang sering membuat perempuan harus menyeimbangkan waktu antara keluarga dan aktivitas ekonomi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian merekomendasikan beberapa strategi. Pertama, memperkuat pelatihan kewirausahaan dan literasi digital agar kapasitas pelaku usaha meningkat. Kedua, memperluas pendampingan usaha secara berkelanjutan melalui komunitas dan jaringan Majelis Ekonomi ‘Aisyiyah. Ketiga, mengembangkan kolaborasi serta jejaring pemasaran guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk.

Sementara itu, Ketua LPPA PP ‘Aisyiyah, Prof Siti Syamsiatun, M.A, PhD mengapresiasi para peneliti yang berhasil mendokumentasikan praktik baik gerakan perempuan ‘Aisyiyah di berbagai daerah.

Menurutnya, dokumentasi riset tersebut penting karena mampu menjadi sumber pembelajaran sekaligus inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya perempuan ‘Aisyiyah dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan.

Melalui riset ini, ‘Aisyiyah terus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat. Program pemberdayaan yang terstruktur juga menunjukkan bahwa gerakan perempuan mampu menghadirkan dampak nyata bagi kemandirian ekonomi di berbagai daerah. (Ana Azizah/LPPA Jawa Timur)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search