”The Koran is not just a series of verbal verses, but a map that guides your steps. If it doesn’t change your behavior, it means you haven’t really read it”
“(Al-Qur’an bukan hanya deretan ayat di lisan, tapi peta yang menuntun langkah. Jika ia tidak mengubah perilakumu, berarti ia belum benar-benar kamu baca)”
Inti dari membaca, mengkaji, atau bahkan menghafal Al-Qur’an adalah perubahan perilaku. Standar minimalnya, Al-Qur’an harus mampu mengubah pemiliknya untuk menampilkan sifat-sifat baik dalam dirinya.
Jika Anda menghafal 30 juz namun tidak menjadi pribadi yang lebih baik, maka usaha itu belum mencapai tujuannya, dan hanya menyisakan lelah.
Hal ini sejalan dengan firman Allah,
… فَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ…
Artinya:
“...Maka di antara mereka ada yang bersegera dalam berbuat kebaikan...”(Qs.Fathir :32)
Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang mendapat anugerah besar (karunia Allah) setelah berinteraksi dengan Al-Qur’an adalah mereka yang cepat berubah dan bersegera melakukan kebaikan.Rasulullah Saw bersabda,
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Artinya:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Muslim No. 1337)
Hadis ini menekankan pentingnya mempelajari Al-Qur’an tidak hanya sampai pada tahap membaca, tetapi juga memahaminya dan mengajarkannya kepada orang lain.
Jadi, Mengaji dan menghafal harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata, bersegera menjadi pribadi yang lebih baik adalah bukti keberhasilan interaksi kita dengan Al-Qur’an.
Semoga bermanfaat.
