Al Qur’an Bukan Sekadar Hafalan, Tapi Perubahan Diri

Al Qur'an Bukan Sekadar Hafalan, Tapi Perubahan Diri
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”The Koran is not just a series of verbal verses, but a map that guides your steps. If it doesn’t change your behavior, it means you haven’t really read it”
“(Al-Qur’an bukan hanya deretan ayat di lisan, tapi peta yang menuntun langkah. Jika ia tidak mengubah perilakumu, berarti ia belum benar-benar kamu baca)”

​Inti dari membaca, mengkaji, atau bahkan menghafal Al-Qur’an adalah perubahan perilaku. Standar minimalnya, Al-Qur’an harus mampu mengubah pemiliknya untuk menampilkan sifat-sifat baik dalam dirinya.

​Jika Anda menghafal 30 juz namun tidak menjadi pribadi yang lebih baik, maka usaha itu belum mencapai tujuannya, dan hanya menyisakan lelah.
​Hal ini sejalan dengan firman Allah,
… فَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ…
Artinya:
“...Maka di antara mereka ada yang bersegera dalam berbuat kebaikan...”(Qs.Fathir :32)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang mendapat anugerah besar (karunia Allah) setelah berinteraksi dengan Al-Qur’an adalah mereka yang cepat berubah dan bersegera melakukan kebaikan.​Rasulullah Saw bersabda,
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Artinya:
Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Muslim No. 1337)

Hadis ini menekankan pentingnya mempelajari Al-Qur’an tidak hanya sampai pada tahap membaca, tetapi juga memahaminya dan mengajarkannya kepada orang lain.

​Jadi, Mengaji dan menghafal harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata, bersegera menjadi pribadi yang lebih baik adalah bukti keberhasilan interaksi kita dengan Al-Qur’an.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search