Antara Viral dan Moral

Antara Viral dan Moral
*) Oleh : M. Mahmud
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

“Antara Viral dan Moral” adalah refleksi kritis tentang bagaimana konten digital memengaruhi karakter, nilai, dan arah hidup manusia, terutama generasi muda dan para pendidik. Viral adalah kecepatan, moral adalah kedalaman. Keduanya bisa bersinergi, tapi seringkali bertabrakan.

Makna Konseptual: Viral dan Moral
Viral:
• Konten yang menyebar cepat karena sensasi, emosi, atau hiburan.
• Didorong oleh algoritma, bukan oleh nilai.
• Menekankan popularitas, bukan substansi.

Moral:
• Prinsip etis yang membimbing perilaku dan keputusan.
• Tumbuh perlahan, melalui refleksi dan pembiasaan.
• Menekankan kebenaran, bukan keramaian.

Menurut Kompasiana dan Kumparan:
• Media sosial mempermudah sesuatu menjadi viral, tapi tidak menjamin itu bermoral.
• Banyak konten viral yang justru merusak karakter, menormalisasi kekerasan verbal, pamer, atau manipulasi emosi.
• Di sisi lain, konten bermoral sering tenggelam karena tidak “menghibur” atau “menjual”.

Dampak pada Generasi Muda
Studi dari Universitas Negeri Medan menunjukkan:
• Teknologi memengaruhi pandangan dan perilaku anak muda secara signifikan.
• Konten viral bisa membentuk persepsi yang dangkal, sementara konten bermoral membentuk kesadaran etis.
• Ada kebutuhan mendesak untuk membimbing anak muda agar tidak hanya menjadi “kreator viral”, tapi juga “penjaga nilai”.

Apa Itu Krisis Etika Digital?
Krisis etika digital mengacu pada kondisi di mana nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip etis dalam dunia maya mulai kabur atau bahkan diabaikan. Fenomena ini terlihat dari banyaknya kasus pelanggaran privasi, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, pencurian data, hingga manipulasi informasi demi kepentingan tertentu. Di tengah semua ini, etika sering kali tersingkir dan digantikan oleh hasrat mengejar sensasi, popularitas, atau keuntungan semata.

Etika digital sebenarnya adalah bentuk adaptasi dari prinsip-prinsip moral klasik ke dalam konteks digital. Nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, hormat terhadap sesama, dan integritas tetap relevan, tetapi cara penerapannya harus menyesuaikan dengan lingkungan digital yang dinamis dan tak berbatas.

Mengapa Moralitas Penting di Era Digital?
Moralitas adalah fondasi yang membimbing manusia dalam membedakan benar dan salah, baik dan buruk, layak dan tidak layak. Dalam era digital, di mana batas antara dunia nyata dan maya semakin tipis, moralitas menjadi kompas penting agar kita tetap berada di jalur yang benar. Tanpa moralitas yang kuat, teknologi justru bisa menjadi alat destruktif.

Bayangkan seorang pengguna media sosial yang dengan mudah menyebarkan informasi tanpa verifikasi. Dalam waktu singkat, informasi palsu tersebut bisa menyebar dan menimbulkan kerusakan besar, mulai dari keresahan sosial hingga perpecahan komunitas. Jika moralitas hadir, pengguna tersebut akan berpikir dua kali sebelum membagikan informasi yang meragukan.

Dalam konteks “Antara Viral dan Moral”, Al-Qur’an tidak menyebut istilah “viral” secara eksplisit, namun banyak ayat yang menyinggung prinsip-prinsip moral dalam menyikapi informasi, popularitas, dan pengaruh sosial. Berikut beberapa ayat yang sangat relevan:

1. QS. Al-Hujarat: 6
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.

Makna moralnya:
• Jangan langsung menyebarkan informasi (viral) tanpa verifikasi.
• Moralitas digital menuntut kehati-hatian, bukan sekadar kecepatan.

2. QS. Al-Isro’: 36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Artinya: Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kauketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

Makna moralnya:
• Jangan ikut menyebarkan atau mengikuti tren viral yang tidak jelas kebenarannya.
• Moral menuntut dasar ilmu dan tanggung jawab.

3. QS. Al-Baqoroh: 204-205
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّعْجِبُكَ قَوْلُهٗ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّٰهَ عَلٰى مَا فِيْ قَلْبِهٖ ۙ وَهُوَ اَلَدُّ الْخِصَامِ وَاِذَا تَوَلّٰى سَعٰى فِى الْاَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيْهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَ اللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ
Artinya: Di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Nabi Muhammad) dan dia menjadikan Allah sebagai saksi atas (kebenaran) isi hatinya. Padahal, dia adalah penentang yang paling keras.
Apabila berpaling (dari engkau atau berkuasa), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi serta merusak tanam-tanaman dan ternak. Allah tidak menyukai kerusakan.

Makna moralnya:
• Popularitas (viral) bisa menipu jika tidak disertai integritas.
• Moral adalah kompas untuk membedakan antara daya tarik dan niat yang tersembunyi.

4. QS. An-Nur: 19
اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang senang atas tersebarnya (berita bohong) yang sangat keji itu di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang sangat pedih di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.

Makna moralnya:
• Menyebarkan konten yang tidak bermoral (meski viral) adalah tindakan yang tercela.
• Moral digital menuntut kita menjaga kesucian ruang publik.

5. QS. Al-Furqon: 72
وَالَّذِيْنَ لَا يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙ وَاِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا
Artinya: Dan, orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu serta apabila mereka berpapasan dengan (orang-orang) yang berbuat sia-sia, mereka berlalu dengan menjaga kehormatannya.

Makna moralnya:
• Tidak semua yang viral layak untuk diikuti atau disebarkan.
• Moral adalah kemampuan untuk memilih yang bernilai, bukan yang ramai.

 

Tinggalkan Balasan

Search