SMP Negeri 16 Surabaya menggelar apel pagi pada Senin (28/9/2026) di halaman sekolah. Bertindak sebagai pembina apel, Nabella Intan, salah seorang guru mata pelajaran, memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kedisiplinan, kepedulian lingkungan, serta pembentukan karakter seluruh siswa.
Dalam amanatnya, Nabella menyampaikan sejumlah pesan penting terkait kebersihan diri, sanitasi, pengelolaan sampah, hingga kepatuhan terhadap tata tertib sekolah.
Salah satu fokus utamanya adalah kebersihan fasilitas sanitasi. Siswa diimbau untuk selalu menyiram toilet setelah digunakan, memanfaatkan fasilitas sesuai fungsinya, dan tidak membuang sampah jenis apa pun ke dalamnya.
Khusus siswa perempuan, pembalut harus dibuang pada tempat sampah khusus yang telah disediakan di dalam kamar mandi. Selain itu, ia mengingatkan agar tempat sampah tidak dicuci di dalam kamar mandi guna mencegah timbulnya bau tidak sedap dan risiko penyumbatan saluran air oleh sampah kecil.
Mengenai pemeliharaan alat kebersihan, peserta didik dilarang mencelupkan kain pel kotor secara langsung ke dalam bak penampungan air. Pembersihannya harus dilakukan dengan cara disiram atau menggunakan air mengalir dari keran.
Penguatan Gerakan Zero Waste
Sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional, SMPN 16 Surabaya terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Nabella menegaskan agar seluruh siswa tidak membawa sampah dari luar ke area sekolah, baik berupa bungkus makanan maupun limbah lainnya. Aturan ini berlaku konsisten, baik selama kegiatan pembelajaran efektif maupun saat aktivitas ekstrakurikuler.
Guna mendukung gerakan zero waste, para siswa didorong untuk membiasakan diri membawa tumbler dan kotak makan dari rumah demi mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kebiasaan sederhana ini diharapkan melekat menjadi budaya positif, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat.
Bebas Pungutan
Selain isu lingkungan, apel tersebut juga menjadi ajang penyampaian penegasan terkait tata kelola sekolah. SMPN 16 Surabaya memastikan tidak pernah memerintahkan siswa maupun wali murid untuk melakukan pengecatan kelas secara mandiri.
Sekolah juga melarang keras keberadaan uang kas, iuran, maupun bentuk pungutan lainnya kepada siswa dan orang tua. Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang tertib, transparan, serta akuntabel.
Melalui agenda rutin ini, seluruh warga sekolah diharapkan makin menyadari bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar tugas petugas kebersihan atau piket kelas, melainkan tanggung jawab bersama.
Berlandaskan semangat Adiwiyata Mandiri Nasional, SMPN 16 Surabaya berkomitmen mencetak generasi yang peduli lingkungan, berakhlak mulia, disiplin, dan berprestasi menuju Generasi Emas 2045.
Spensixteen Hu Ha! SMP Negeri 16 Surabaya Jaya, Jaya, Jaya, Luar Biasa!
