Aturan yang Penuh Kasih

Aturan yang Penuh Kasih
*) Oleh : Masroin Assafani
Wakil Ketua PDM Lamongan
www.majelistabligh.id -

Allah Robbul aalaamiin, dengan sebutan robbulaalamiin inilah Allah sebagai Tuhan yang Maha Pengatur, Maha Memelihara dan lain-lain.

Ayat berikut bagian dari rincian aturan yang penuh dengan muatan kasih. Dan aturan yang penuh kasih dan sayang. Dengan peraturan yang begitu adil dan mudah untuk dijalankan. Sebagai mana firman Allah SWT.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اُحِلَّ لَـکُمْ لَيْلَةَ الصِّيَا مِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَآئِكُمْ ۗ هُنَّ لِبَا سٌ لَّـكُمْ وَاَ نْـتُمْ لِبَا سٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّکُمْ كُنْتُمْ تَخْتَا نُوْنَ اَنْفُسَکُمْ فَتَا بَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَا لْــئٰنَ بَا شِرُوْهُنَّ وَا بْتَغُوْا مَا کَتَبَ اللّٰهُ لَـكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَا شْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَـكُمُ الْخَـيْطُ الْاَ بْيَضُ مِنَ الْخَـيْطِ الْاَ سْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَا مَ اِلَى الَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَا شِرُوْهُنَّ وَاَ نْـتُمْ عٰكِفُوْنَ ۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّا سِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 187)

Kandungan Ayat
1. Halal pada waktu malam ; “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu.
2. Fungsi suami istri ; Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka.
3. Membentang pintu taubat ; Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu.
4. Kemerdekaan ; Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu.
5. Waktu puasa ; Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar.
6. Kesempurnaan puasa ; Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.
7. Larangan dalam itikaf ; Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf Itulah ketentuan Allah maka janganlah kamu mendekatinya.
8. Harapan suci; Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.”

Catatan ;
Surat al Baqarah 183 diakhiri dengan takwa, ayat 187 ini juga diakhiri dengan takwa. Sekali lagi ayat ini mengandung bobot nilai harapan agar manusia menjadi takwa, takwa inilah sebuah kemuliaan.

Maka Allah memerintah dengan kasih sayang, mengatur kehidupan, mengatur peribadahan dengan kemudahan.
Allah memudahkan hambanya dengan Arrahman Arrahiim. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search