Awalnya untuk Pakan Ikan, Warga Desa Pontang Sulap Umbi Suge Jadi Keripik Gurih

Awalnya untuk Pakan Ikan, Warga Desa Pontang Sulap Umbi Suge Jadi Keripik Gurih
www.majelistabligh.id -

Sebuah inovasi lahir dari Desa Pontang Kabupaten Serang Banten. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), umbi Eleocharis Dulcis atau yang lebih dikenal dengan sebutan umbi suge kini tak lagi hanya jadi pakan ikan, melainkan bisa disulap menjadi keripik gurih bernilai ekonomi.

Program yang dikembangkan berbasis Learning Cycle 3E ini terbukti efektif dan berdampak positif bagi masyarakat.

Pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai potensi umbi lokal, tetapi juga keterampilan teknis dalam mengolahnya menjadi produk bernilai jual sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan.

“Alhamdulillah, dengan adanya pelatihan ini saya jadi tahu cara mengolah umbi suge menjadi keripik yang enak dan renyah. Dulu umbi ini hanya dipakai untuk pakan ikan, sekarang bisa jadi usaha baru,” ungkap Feny Roslianingsih, peserta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Satu Bangsa.

Dalam bimbingan Ubay Haki, M.M., peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses produksi, inovasi produk, hingga strategi branding dan pemasaran.

Antusiasme warga terlihat dari keaktifan dalam diskusi, kerja sama kelompok, hingga munculnya ide-ide kreatif dalam variasi rasa dan desain kemasan.

Lebih jauh, program ini juga mendorong lahirnya Kelompok Usaha Bersama (KUB) sebagai wadah produksi dan pemasaran kolektif. Hal ini menjadi langkah penting agar potensi lokal bisa dikelola secara berkelanjutan.

Dengan hasil positif tersebut, Desa Pontang kini memiliki peluang besar menjadikan keripik umbi suge sebagai produk unggulan desa.

Selain mendukung ketahanan pangan, produk ini juga berpotensi meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Namun, keberhasilan ini masih membutuhkan tindak lanjut berupa pendampingan lanjutan, terutama dalam inovasi produk, manajemen usaha, serta pemanfaatan digital marketing agar produk desa bisa menembus pasar yang lebih luas. (eka danik p)

 

Tinggalkan Balasan

Search