Bahaya Sikap Hasad

Bahaya Sikap Hasad
*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Hasad adalah iri hati atau dengki, yaitu satu bentuk sikap yang menghendaki hilangnya satu nikmat atau karunia yang dimiliki seseorang.

Dalam Alquran disebutkan tentang sikap hasad yang dimiliki ahlu kitab terhadap Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Allah Subhanahu berfirman,

اَمْ يَحْسُدُوْنَ النَّاسَ عَلٰى مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۚ

“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya?” (Surah An-Nisa: 54)

Keburukan sikap hasad yang tumbuh di kalangan ahlu kitab memberi dampak berupa penolakan terhadap kebenaran nilai-nilai yang disampaikan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Hasad ini muncul karena rasa tidak rela dan kecemburuan sosial-keagamaan akibat diutusnya nabi terakhir dari kalangan bangsa Arab (keturunan Nabi Ismail alaihis salam), bukan dari kalangan Bani Israil (keturunan Nabi Ishaq alaihis salam). Padahal, secara keilmuan, mereka sebenarnya mengenali tanda-tanda kenabian Rasulullah sebagaimana mereka mengenali anak kandung mereka sendiri.

Berikut adalah beberapa dampak buruk utama dari sikap hasad tersebut berdasarkan tinjauan Al-Qur’an dan sejarah Islam:

  1. Menolak Kebenaran secara Sadar

Dampak paling fatal dari hasad adalah menolak kebenaran (al-haq) meskipun hati kecil mereka mengakuinya. Mereka sengaja menyembunyikan informasi dan bukti-bukti autentik mengenai ciri-ciri Rasulullah yang tertulis di dalam kitab-kitab mereka (Taurat dan Injil) hanya karena ego kelompok.

  1. Berusaha Memalingkan Umat Islam dari Imannya

Orang yang memelihara sifat hasad tidak hanya puas dengan menolak kebenaran sendirian, tetapi juga berusaha agar orang lain ikut tersesat. Hal ini secara tegas diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 109:

“Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki yang ada dalam diri mereka, setelah kebenaran nyata bagi mereka…”

  1. Mengubah dan Memalsukan Isi Kitab Suci

Demi menjustifikasi penolakan mereka dan menyembunyikan kebenaran ajaran yang dibawa Rasulullah, sebagian dari mereka tega mengubah (tahrif) atau menyembunyikan hukum-hukum Allah yang ada di dalam kitab suci mereka agar tidak sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad.

  1. Terjebak dalam Kesesatan yang Jauh

Hasad menjadi tirai yang menutup mata hati. Akibat mendahulukan gengsi dan kedengkian di atas kebenaran objektif, mereka kehilangan petunjuk (hidayah) dan terjerumus ke dalam kekufuran serta kesesatan yang semakin jauh dari jalan Allah.

Sikap hasad terbukti menjadi penyakit hati yang sangat merusak. Ia mampu membutakan kaum yang berilmu sekalipun, sehingga mereka lebih memilih mempertahankan kesombongan kelompok daripada tunduk kepada kebenaran mutlak yang datang dari Allah Swt.

Hadis dari sahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

اِياَّ كُم وَالحَسَدَ فَاِنَّ الْحَسَدَ يَاْ كُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَاْ كُلُ النَّارُ الحَطَبَ

”Berhati-hatilah kalian dari hasad karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan bagai api melahap kayu bakar.” HR. Abu Dawud, no. 4903

Ayat dan hadis di atas mengingatkan kita agar menjauhi sikap hasad, iri dan dengki. Sikap buruk yang merupakan penyakit hati itu harus sirna dan tiada tumbuh di kalbu. Sikap hasad bisa menggerus kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat seseorang. Bagai kayu bakar yang dilahap api menyala. Lumat tiada sisa. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search