Baitul Arqam PCM Simokerto, Membangun Militansi untuk Pendidikan Berkemajuan

Baitul Arqam PCM Simokerto, Membangun Militansi untuk Pendidikan Berkemajuan

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Simokerto Surabaya menggelar kegiatan Baitul Arqam pada Kamis (20/3/2025). Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan pembinaan kepada guru dan karyawan Muhammadiyah se-Cabang Simokerto. Acara yang wajib diikuti oleh seluruh guru dan karyawan ini berlangsung di Aula Buya Hamka, Jl. Kapasan 73-75 Surabaya, mulai pukul 13.00 hingga 17.30 WIB.

Kegiatan yang mengambil tema “Mengokohkan Jiwa Militansi dan Loyalitas untuk Mewujudkan Pendidikan yang Berkemajuan”  dibuka secara langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Simokerto Ir. Sudarusman, Ketua Dikdasmen Toha Mahsun, serta perwakilan PDM Surabaya Musa Abdullah, S.Ag.

Selain itu, seluruh jajaran Pimpinan Muhammadiyah Cabang Simokerto turut hadir dalam acara ini. Kegiatan dimulai dengan pemberian santunan kepada yatim piatu dan fakir miskin, yang diserahkan langsung oleh Ketua PCM Simokerto Sudarusman.

Dalam sambutannya, Sudarusman menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini, yang berkat partisipasi dari seluruh guru dan karyawan di wilayah Muhammadiyah Cabang Simokerto. Ia juga menekankan pentingnya menangkap pesan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Prof Dr. Abdul Mu’ti untuk mewujudkan pendidikan yang berkemajuan, yang mencakup pembelajaran deep learning, mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning.

Ditambahkannya, dalam dunia pendidikan, tidak ada lagi seleksi dalam menerima siswa. Semua anak harus diterima apa adanya, dan setiap anak memiliki potensi yang harus dikembangkan.

“Jangan gunakan ilmu hanya untuk memperoleh nilai atau melanjutkan ke jenjang berikutnya, tetapi yang terpenting adalah jangan jauhkan ilmu dari agama,” pungkasnya.

Acara semakin menarik dengan kehadiran narasumber, Dr. Sholihin Fanani, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Dalam paparannya, Abah Shol, panggilan akrabnya  Fanani menyampaikan ada lima kekuatan Muhammadiyah, yaitu:

  1. Prinsip gerakannya.
  2. Militansi para penggeraknya.
  3. Prinsip sistem organisasinya.
  4. Kiprah dakwahnya.
  5. Eksistensi amal usahanya.

Dijelaskannya, meskipun guru dan karyawan di Simokerto sudah memiliki militansi, saat ini tingkat kemilitansinya mulai menurun. Menghadapi banyak tantangan, jiwa militansi tersebut perlu di-upgrade.

“Sekarang yang banyak itu ‘meletansi’. Indikasinya adalah malas-malasan dalam berkegiatan, sering memberi alasan, dan tidak menghadiri pengajian. Termasuk juga yang suka terlambat dalam mengikuti acara. Ini bukan militansi, tapi meletan,” tegasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa ada beberapa nilai atau karakter yang harus dipegang oleh warga Muhammadiyah dalam menjalankan aktivitas organisasi dan kehidupan sehari-hari, yaitu:

  1. Kolektivitas (kebersamaan)
  2. Humanitas (kemanusiaan)
  3. Spiritualitas (keagamaan)
  4. Moralitas (akhlak)
  5. Profesionalisme

Jika semua ini dilaksanakan dengan baik, akan tercapai tujuan untuk menjunjung tinggi agama Islam dan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Narasumber kedua, Drs. Najib Sulhan, memaparkan tentang bagaimana menjadi guru yang dirindukan oleh muridnya. Menurutnya, seorang guru yang dirindukan adalah sosok yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik dengan hati. Guru tersebut meninggalkan kesan mendalam dan abadi dalam kehidupan siswa.

Sebagai penutup kegiatan, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Cabang Simokerto, Toha Mahsun, memberikan materi tentang cara membaca cepat (speed reading). Dijelaskannya, buku setebal 300 halaman bisa dibaca dalam waktu hanya 5 menit. Buku-buku materi S2 pun dapat dibaca dalam waktu hanya 2 jam.

Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan semua peserta dapat mengimplementasikan pembelajaran yang didapat, menguatkan militansi dan loyalitas dalam mengajar, serta terus berupaya untuk mewujudkan pendidikan yang berkemajuan. (abdul fatah, pelatih sepak bola dan futsal SMPM 1 surabaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *