Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam bagi dosen sebagai bagian dari upaya strategis membentuk tenaga pendidik yang profetik dan profesional. Kegiatan yang berlangsung pada 22–26 April 2025 ini diikuti oleh 47 dosen dari berbagai fakultas, seperti Fakultas Hukum, Agama Islam, Kedokteran, Psikologi, dan FISIP.
Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, dalam sambutannya pada pembukaan Baitul Arqam Batch 5 di Mini Hall Pusdiklat UMM, menekankan pentingnya kolektivitas dalam organisasi pendidikan. Menurutnya, keselarasan visi, misi, dan nilai organisasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan efektivitas kerja yang berkelanjutan.
“Dalam organisasi, kekompakan adalah hal utama karena kita adalah bagian dari satu kesatuan. Kesatuan itu membutuhkan sistem yang dinamis. Maka dari itu, visi, misi, dan nilai harus diharmonisasikan sebagai arah gerak organisasi. Muhammadiyah menginisiasi Baitul Arqam agar tercipta keselarasan antaranggotanya,” ujar Ahmad Juanda.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) UMM, di bawah koordinasi Divisi Dosen dan Karyawan. Kepala Pusdiklat, Zen Amiruddin, menjelaskan bahwa Baitul Arqam merupakan langkah strategis untuk pengembangan sumber daya manusia di lingkungan UMM.
“Mengapa Baitul Arqam? Karena kami ingin menjadi berbeda. Visi besar kampus ini adalah membangun sumber daya manusia yang unggul. Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk kebiasaan positif dan memperkuat chemistry antardosen,” jelas Zen.
Ketua pelaksana kegiatan, Djudiah, melaporkan bahwa peserta Baitul Arqam Batch 5 berasal dari berbagai fakultas dan latar belakang disiplin ilmu, mencerminkan semangat inklusif dan kebersamaan yang menjadi ciri khas UMM.
Melalui kegiatan ini, UMM dan Muhammadiyah berkomitmen untuk terus menghadirkan kualitas terbaik bagi sumber daya manusia yang mengabdi pada persyarikatan. Harmonisasi antara visi, misi, dan nilai organisasi diharapkan dapat menjadi kunci utama dalam membentuk tenaga pendidik yang unggul, berintegritas, dan sejalan dengan arah pembangunan pendidikan nasional. (*/tim)
