Bakhil

www.majelistabligh.id -

Bakhil artinya kikir, pelit, medit dan tidak mau berbagi dengan orang lain.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ هُوَ خَيْـرًا لَّهُمْ ۗ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۗ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهٖ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَ لِلّٰهِ مِيْرَا ثُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 180)

Manusia memiliki sifat-sifat yang baik dan buruk dalam pergaulan sehari-hari di masyarakat. Tentu saja seorang muslim untuk selalu beraklak mulia sebagai pengamalan nilai-nilai Islam.

Mentadaburi Ayat ayat berikut ini agar terhindar dari pergaulan jelek dan akhlak yang buruk.
Di bulan Ramadan adalah Rasulullah Saw memberikan sumbangsih infaq dan shadaqah bagaikan angin yang berhembus kencang.

1. Orang orang yang bakhil tidak mengajak pada orang lain untuk berbuat bakhil

ٱلَّذِيْنَ يَـبْخَلُوْنَ وَيَأْمُرُوْنَ النَّا سَ بِا لْبُخْلِ وَيَكْتُمُوْنَ مَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ وَ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَا بًا مُّهِيْنًا

(yaitu) orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 37)

2. Manusia selalu berhitung dengan hartanya

وَيْلٌ لِّـكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ

“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,”
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 1)

ٱلَّذِيْ جَمَعَ مَا لًا وَّعَدَّدَهٗ

“yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,”
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 2)

يَحْسَبُ اَنَّ مَا لَهٗۤ اَخْلَدَهٗ

“dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.”
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 3)

3. Pada dasarnya manusia itu pelit dan kurang bersyukur

اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لِرَبِّهٖ لَـكَنُوْدٌ

“sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya,”
(QS. Al-‘Adiyat 100: Ayat 6)

وَاِ نَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌ

“dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya,”
(QS. Al-‘Adiyat 100: Ayat 7)

وَاِ نَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ

“dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan.”
(QS. Al-‘Adiyat 100: Ayat 8)

 

Tinggalkan Balasan

Search