Lima menit di atas sajadah terasa sangat lama, tapi waktu berjam-jam untuk menonton film atau nongkrong di kafe, berlalu begitu saja.
Ketika panggilan azan berkumandang, rasa malas selalu menang dan menaruh salat di urutan paling akhir.
Namun, saat tubuhmu sudah diturunkan ke liang lahat dan papan kayu mulai menutup pandanganmu dari langit, hiburan-hiburan itu akan lenyap seperti asap.
Di dalam ruang sempit yang gelap gulita itu, ingatan tentang yang kamu buang demi kesenangan semu akan berubah menjadi penyesalan yang membakar dada.
Tidak ada lagi kesempatan untuk mengejar rakaat yang hilang atau mengulang hari yang telah lalu. Sebelum waktu hiburanmu di dunia ditutup dengan kepedihan, bangkitlah dari malasmu, hampiri sajadahmu, dan perbaikilah hubunganmu dengan Allah.
Semoga bermanfaat.
