Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, kawasan Tuban Abirama bertransformasi menjadi pusat perputaran ekonomi kreatif. Pemerintah Kabupaten Tuban resmi membuka gelaran Bazar Ramadan yang berlangsung selama delapan hari, terhitung sejak 20 hingga 27 Februari 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar pasar musiman, melainkan strategi konkret untuk menyediakan ruang promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal guna menjangkau pasar yang lebih luas di tengah suasana religius Ramadan.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Melalui Produk Unggulan
Ketua Panitia Bazar Ramadan 1447 H, Rifky Nia Sarantie, mengungkapkan, sebanyak 43 pelaku UMKM terlibat aktif dalam agenda ini.
Mereka membawa berbagai komoditas unggulan, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk fesyen lokal yang merepresentasikan potensi Kabupaten Tuban. Rifky menjelaskan kelancaran acara ini merupakan wujud nyata dari upaya kolektif dalam menstimulasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, bazar ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi para pelaku usaha kecil agar mereka memiliki rasa percaya diri dalam memasarkan produknya. Rifky juga berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung, baik sebagai konsumen maupun sebagai penikmat hiburan yang tersaji.
Lebih lanjut, Rifky mengapresiasi peran Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban. Dukungan fasilitasi dan pembinaan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah dinilai menjadi faktor kunci yang memberikan energi bagi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan naik kelas.
Harmoni Transaksi Ekonomi dan Sajian Budaya
Selain menjadi pusat transaksi jual-beli, Bazar Ramadan 1447 H ini tampil beda dengan menyisipkan nilai-nilai pemberdayaan dan silaturahmi. Panitia mengemas acara dengan deretan pertunjukan seni yang memikat setiap harinya, sehingga pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga mendapatkan pengalaman wisata budaya.
Panggung hiburan di kawasan Tuban Abirama diramaikan oleh berbagai penampil lokal, di antaranya :
Seni Tari : Penampilan memukau dari Sanggar Abhinaya Nawasena, MA Daul Ma’va Plandirejo Plumpang, serta Tari Niskala.
Kemeriahan acara turut didukung oleh sektor seni pertunjukan yang menghadirkan Teater Sekawan dan komika lokal dalam sesi Stand Up Comedy.
Tak ketinggalan, performa energik dari Bocil PAMDI Tuban turut memberikan atmosfer ceria di tengah hiruk-pikuk bazar.
Musik dan Hiburan : Suguhan dari Nadia Pratama Entertainment, irama electone dari Paguyuban CFD dan PSB, serta keterlibatan Yayang Wedding Organizer.
Fesyen : Peragaan busana yang menampilkan koleksi estetis dari Laluna Galeri dan Luni Modeling Class.
Melalui integrasi antara perdagangan dan seni, panitia optimis bahwa Bazar Ramadan dapat memperkuat struktur ekonomi kerakyatan di Tuban. Rifky menambahkan bahwa besar harapan tim penyelenggara agar kegiatan ini dapat dipatenkan menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan di bulan yang berkah, kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi pembangunan daerah yang lebih inklusif, di mana ekonomi kerakyatan menjadi tulang punggung utamanya. (abdul fatah)
