2. KEUTAMAAN SHALAT DAPAT MEMBEBASKAN SESEORANG DARI API NERAKA
{ … فمنهم من يوبق بعمله، ومنهم من يخرذل ثم ينجو. حتى إذا أراد الله رحمة من أراد من أهل النار، أمر الله الملائكة أن يخرجوا من كان يعبد الله، فيخرجونهم ويعرفونهم بآثار السجود، وحرم الله على النار أن تأكل أثر السجود. فيخرجون من النار. فكل ابن ءادم تأكله النار إلا أثر السجود… }.
Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “… Di antara mereka ada yang dibinasakan karena ulahnya sendiri (kala di dunia), di antara mereka ada (lagi) yang (anggota tubuhnya ) dipotong-potong kecil) , kemudian selamat. Hingga manakala Allah hendak memberi rahmat kepada sebagian penghuni neraka yang dikehendaki-Nya, Dia memerintah para malaikat-Nya agar mereka segera mengeluarkan orang-orang (yang rajin) beribadah kepada Allah. Maka para malaikat itu segera mengeluarkan mereka (yang dikehendaki Allah). Para malaikat itu dapat mengenali mereka melalui bekas sujudnya. Allah mengharamkan atas api neraka memakan bekas sujud (pada anggota tubuh). Sehingga kemudian mereka berhasil keluar dari neraka. Setiap anggota tubuh anak cucu Adam akan dilahap oleh api neraka, kecuali anggota tubuh yang ada bekas sujudnya…”
Shahih Imam Bukhari dlm Fathul Bari 2:341 – 342, no 806, terbitan Dar Ar Rayyan Lit Turats Kairo(MAJ)
3. Doa agar terhindar api neraka
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
“Dan di antara mereka ada yang berdoa,
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)
4.Kajian Tafsir Ibnu Katsir tentang Neraka
Al-Anbiya, ayat 98-103
{إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ (98) لَوْ كَانَ هَؤُلاءِ آلِهَةً مَا وَرَدُوهَا وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَ (99) لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَهُمْ فِيهَا لَا يَسْمَعُونَ (100) إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَى أُولَئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ (101) لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا وَهُمْ فِي مَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَ (102) لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الأكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ هَذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (103) }
Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kalian pasti masuk ke dalamnya. Andaikata berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya. Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar. Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka, mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh jiwa mereka. Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata), “Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian.”
Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman, ditujukan kepada penduduk Mekah dari kalangan orang-orang musyrik Quraisy dan para pengikutnya yang menyembah berhala seperti mereka.
{إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ}
Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam. (Al-Anbiya: 98)
Ibnu Abbas mengatakan yang dimaksud dengan hasab ialah bahan bakar yang menambah besar api Jahanam. Sama halnya dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ}
yang bahan bakarnya manusia dan batu. (Al-Baqarah: 24)
Ibnu Abbas telah mengatakan pula bahwa hasabu jahannam artinya pepohonan neraka Jahanam.
Menurut riwayat yang lainnya, hasabu jahannam artinya kayu bakar neraka Jahanam dengan bahasa orang-orang Indian.
Mujahid dan Ikrimah serta Qatadah mengatakan kayu bakarnya, dan hal yang sama telah disebutkan di dalam qiraat Ali dan Aisyah r.a. Ad-Dahhak mengatakan bahwa hasabu jahannam artinya sesuatu yang diumpankan kepada neraka Jahanam. Hal yang sama telah dikatakan oleh yang lainnya, pada kesimpulannya makna masing-masing berdekatan.
