Bekal Terbaik Menjemput Pulang

Bekal Terbaik Menjemput Pulang
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

“Prepare the provision for your hereafter before your death arrives”
“(Persiapkanlah bekal untuk akhiratmu sebelum ajalmu tiba)”

Kematian bukanlah akhir yang menakutkan bagi seorang yang beriman, melainkan pintu gerbang menuju pertemuan yang dinanti. Rasa cemas akan kepulangan sejatinya hanya dirasakan oleh mereka yang tidak memiliki bekal, atau yang bekalnya keliru.

Logikanya sederhana, Napas yang berembus adalah isyarat untuk mengumpulkan bekal. Jika bekal yang kita bawa sudah benar dan memadai, mengapa harus takut? Ketakutan adalah refleksi dari kurangnya persiapan kita, menunjukkan bahwa kita belum benar-benar siap untuk “pulang.” ​Allah SWT berfirman,
ۗ وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
Artinya:
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.“(Qs. Al-Baqarah: 197)

Takwa, yang di dalamnya termasuk amal saleh, adalah kunci ketenangan jiwa. Orang yang berbekal baik justru merindukan kepulangan. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ
Artinya:
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al ‘Ala’ telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “barangsiapa yang mencintai berjumpa Allah, Allah mencintai berjumpa kepadanya, sebaliknya siapa yang membenci berjumpa dengan Allah, Allah pun membenci berjumpa dengannya.” (HR. Bukhari: 6027)

Oleh sebab itu, jadikanlah hidup ini sebagai perjalanan mengumpulkan bekal terbaik, yaitu takwa dan amal saleh. Berbekallah dengan sungguh-sungguh, niscaya kita akan menjadi hamba yang tidak hanya siap menghadapi kematian, tetapi juga berbahagia menyambut detik-detik kepulangan kita.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search