Belajar Kreatif di So Kressh: Santri SMP Al Fattah Olah Buah Jadi Peluang Usaha

Santri kelas 9 Putri semangat untuk wisata edukasi
www.majelistabligh.id -

Sebanyak 94 siswa SMP Al Fattah Buduran, Sidoarjo, melaksanakan kegiatan Kokurikuler bertema “Crispy Journey, Creative Mind” di So Kressh Polowijen, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (12/11). Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran berbasis projek yang memadukan kreativitas, kewirausahaan, dan kemandirian.

Dalam kegiatan ini, para siswa belajar secara langsung proses pengolahan buah dan sayuran menjadi produk keripik yang renyah dan bernilai jual tinggi. Mereka diperkenalkan dengan teknologi vacuum frying, yaitu teknik penggorengan bertekanan rendah yang menjaga warna, rasa, dan kandungan gizi bahan alami.

“Kegiatannya seru banget! Saya jadi tahu cara mengolah buah naga, apel, nangka, hingga sayuran jadi kripik yang renyah dan enak,” ujar salah satu peserta. “Awalnya saya kira sulit, tapi ternyata menyenangkan dan mudah dipahami,” imbuhnya.

Belajar Kreatif di So Kressh: Santri SMA Al Fattah Olah Buah Jadi Peluang Usaha
Santri kelas 9 Putri semangat untuk wisata edukasi. (ist)

Dari Teori ke Praktik Lapangan

Para siswa juga mendapat penjelasan langsung dari Kristiawan, STP pendiri pabrik So Kressh, yang menjadi mitra kegiatan ini. Dalam sesi berbagi inspiratif, ia menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai sejak tahun 2000 bermodal mesin vacuum frying senilai Rp35 juta. Kini, So Kressh telah menjalin jaringan bisnis di 17 negara dan bahkan tiga kali diundang ke Istana Negara.

“Kesuksesan tidak datang tiba-tiba. Butuh ketekunan, kerja keras, dan inovasi,” pesan Kristiawan. “Kalau kalian belajar sejak muda dan berani mencoba, kalian bisa punya usaha sendiri suatu hari nanti.”

Proses Belajar yang Menyenangkan

Kegiatan dimulai dengan perencanaan jenis olahan, persiapan bahan segar, hingga praktik produksi dan pengemasan menggunakan vacuum sealer. Siswa juga mendokumentasikan seluruh proses sebagai bagian dari refleksi pembelajaran projek.

Menurut Neny Intan Prawesti selaku ketua kegiatan, kegiatan seperti ini membantu siswa memahami keterkaitan antara ilmu pengetahuan, keterampilan hidup, dan peluang ekonomi. “Mereka belajar bukan hanya teori, tapi juga praktik nyata yang bisa menjadi bekal masa depan,” ujarnya.

Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Santri

Melalui kegiatan ini, para santri belajar bahwa hasil alam di sekitar mereka dapat diolah menjadi produk bernilai jual. Selain melatih kreativitas dan kerja sama tim, projek ini juga menumbuhkan rasa syukur serta semangat berwirausaha yang beretika.

Dengan semangat belajar dan inovasi, para santri SMP Al Fattah membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga bisa lahir dari pengalaman langsung di lapangan — sederhana, namun bermakna. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search