Belajar tauhid bukan hanya kewajiban setiap muslim baik untuk laki laki dan perempuan, tetapi merupakan hal pertama dan utama. Allah menciptakan jin dan manusia tidaklah diciptakan kecuali untuk mentauhidkan Allah. Hal ini sebagaimana firman-Nya :
{ وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ }
[Surat Adz-Dzariyat: 56]
Oleh karena itu,
Allah mengutus setiap rasul kepada setiap umat untuk mengajak mereka kepada tauhid.
{ وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِی كُلِّ أُمَّةࣲ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُوا۟ ٱلطَّـٰغُوتَۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَیۡهِ ٱلضَّلَـٰلَةُۚ فَسِیرُوا۟ فِی ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُوا۟ كَیۡفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِینَ }
[Surat An-Nahl: 36]
Makna taghut adalah sesembahan selain Allah Subhanahu wa taala.
Jika ada yang tidak memahami tauhid, yang merupakan inti dalam ajaran agama Islam, sebenarnya ia tidak memahami agamanya meskipun telah mengakui sudah belajar ilmu ilmu yang banyak.
Persyaratan Masuk Surga
Orang yang ingin masuk surga atau merasakan kebahagiaan surga harus punya modal tauhid. Tidak akan masuk surga orang yang tidak bertauhid. Dan orang yang bertauhid pasti masuk surga meskipun sebelumnya harus diazab terlebih dahulu karena perbuatan dosanya.
Nabi muhamad صلى الله عليه وسلم bersabda :
من شهد ألا اله الا الله وحده لا شريك له وأن محمد عبده ورسوله وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها الى مريم وروح منه والجنة حق والنار حق أدخل الله الجنة على ما كان من العمل.
Barangsiapa siapa yg bersaksi bahwa tidak ada sesembahan selain Allah Dia-lah satu tidak Sekutu baginya dan bersaksi bahwa Nabi Muhamad adalah hamba dan Rasul-Nya dan Isa hamba dan rasul nya dan kalimat yg di tiupkan pada Maryam dan ruh nya dan meyakini surga adanya dan meyakini neraka adanya maka allah masukkan dia ke dalam surga bagaimana pun amalnya. (HR Bukhari dan muslim)
Di hadits lain juga, Rasullullah Saw bersabda :
فإن الله قد حرّم على النار من قال
لا اله الا الله يبتغي بذالك وجه الله.
Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang orang yang mengatakan Laailaha illallah dan berharap wajah Allah. (HR Bukhari Muslim)
Di sini maka jelas tidak heran prioritas dakwah rasul adalah tauhid.
Bahaya Kesyirikan
Tauhid adalah amalan yang sangat Allah cintai dan amalan syirik sebaliknya adalah amalan yang sangat Allah murkai. Allah Maha Pengampun akan tetapi apabila orang sudah berbuat syirik besar maka Allah tidak akan ampuni dan akibatnya dia kekal di dalam neraka dan tidak ada harapan baginya untuk masuk ke dalam surga
ini termasuk kerugian yang tidak ada kerugian yang lebih besar dari ini.
Allah berfirman :
{ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَغۡفِرُ أَن یُشۡرَكَ بِهِۦ وَیَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَ ٰلِكَ لِمَن یَشَاۤءُۚ وَمَن
یُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰۤ إِثۡمًا عَظِیمًا }
Sesungguhnya allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa lain kalau dihendaki
[Surat An-Nisa’: 48]
إنه مَن یُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَیۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ وَمَا لِلظَّـٰلِمِینَ مِنۡ أَنصَارࣲ }
Sesungguhnya barangsiapa yg menyekutukan Allah maka Allah Akan mengharamkan bagi-Nya surga dan nerakalah tempat kembalinya. (Surat Al-Ma’idah)
Maka Hati hatilah Dengan dosa satu ini wahai saudaraku, terkadang seseorang terjerumus di dalam-nya dan dia tidak menyadarinya. Bentengilah dirimu dengan perisai ilmu agama belajarlah dan berdoalah kepada Allah agar tidak terjatuh dalam dosa tersebut
Semoga Allah melindungi kita semua dan keluarga kita dari dosa syirik besar ini.
