Berbekallah Untuk Pulang ke Kampung Akhirat

www.majelistabligh.id -

*)Oleh: M.Mahmud
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan

Di hari akhir itu hanya ada dua tempat, yaitu surga dan neraka. Al-Qur’an tidak pernah bercerita bahwa ahli surga (penduduk surga) itu ingin kembali ke dunia.

Tapi Al-Qur’an bercerita bahwa ahli neraka (penduduk neraka) mereka berteriak ingin kembali ke dunia. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Fathir ayat 37

وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ ࣖ

Mereka berteriak di dalam (neraka) itu, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, bukan (seperti perbuatan) yang pernah kami kerjakan dahulu.” (Dikatakan kepada mereka,) “Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa (yang cukup) untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir. (Bukankah pula) telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka, rasakanlah (azab Kami). Bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun.”

“Berbekallah untuk pulang ke kampung akhirat” adalah seruan yang sarat makna spiritual dan reflektif. Ia mengajak kita untuk tidak lalai dalam menjalani kehidupan dunia, karena sejatinya kita semua sedang dalam perjalanan menuju kampung yang abadi: akhirat.

Makna Filosofis dan Spiritual
* “Berbekallah”: Mengandung pesan aktif—kita diminta untuk mempersiapkan diri, bukan sekadar menunggu. Bekal di sini bukan materi, melainkan amal, ilmu, dan keikhlasan.

* “Pulang”: Menunjukkan bahwa akhirat bukan tempat asing, melainkan tujuan asal. Kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.

* “Kampung Akhirat”: Menggambarkan akhirat sebagai tempat tinggal yang sejati, penuh kedamaian bagi yang beriman dan beramal saleh.

Bayangkan sebuah perjalanan spiritual:
* Dunia = Terminal transit.
* Amal = Perbekalan dalam ransel.
* Hati = Kompas yang menunjukkan arah.
* Akhirat = Kampung halaman yang damai, tempat kita benar-benar “pulang”.

Apa yang sudah aku siapkan untuk pulang?

1. Amal Ibadah
* Apakah aku menjaga shalatku dengan khusyuk dan tepat waktu?
* Sudahkah aku memperbanyak dzikir, doa, dan tilawah Al-Qur’an?
* Apakah aku menghidupkan sunnah dalam keseharian?

2. Akhlak dan Interaksi
* Apakah aku memperlakukan orang lain dengan kasih, adab, dan kejujuran?
* Sudahkah aku memaafkan, meminta maaf, dan memperbaiki hubungan yang retak?
* Apakah aku menjaga lisan dan hati dari prasangka dan kebencian?

3. Ilmu dan Amal yang Bermanfaat
* Apakah aku menyebarkan ilmu yang mendekatkan orang kepada Allah?
* Sudahkah aku menjadi teladan dalam keluarga, komunitas, dan pekerjaan?
* Apakah aku menanam kebaikan yang akan terus mengalir sebagai amal jariyah?

4. Niat dan Keikhlasan
* Apakah niatku lurus dalam setiap amal?
* Sudahkah aku membersihkan hati dari riya, ujub, dan cinta dunia yang berlebihan?
* Apakah aku merasa cukup dengan ridha Allah sebagai tujuan?

5. Muhasabah dan Taubat
* Apakah aku rutin mengevaluasi diri dan memperbaiki kekurangan?
* Sudahkah aku menangisi dosa dan memohon ampun dengan sungguh-sungguh?
* Apakah aku siap jika dipanggil hari ini?

Berikut beberapa ayat Al-Qur’an yang secara langsung maupun tidak langsung mengajak kita untuk berbekal menuju kampung akhirat :

1. QS. Al-Baqoroh: 197
وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ
(Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.

2. QS. Al-Qoshos: 77
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

3. Al-A’laa : 17
وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ
Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. (*)

Tinggalkan Balasan

Search