Bulan suci Ramadan di dalamnya mempunyai sejuta keistimewaan dan keutamaan bagi umat Muslim. Oleh karena itu, tidak heran jika pada bulan ini intensitas ibadah umat Islam semakin meningkat, baik dengan lebih serius lagi menunaikan kewajiban-kewajiban agama maupun rajin mengamalkan ibadah-ibadah sunah di dalamnya.
Rasulallah Shalallahu Alaihi Wasallam pernah menyampaikan bahwa saat tiba bulan Ramadan, umat Muslim didorong untuk memperbanyak ibadah. Sebab pahala amal kebaikan di dalamnya mendapat balasan berkali-kali lipat.
Dalam hadits diriwayatkan:
“Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, ‘Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda, ‘Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu amal kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali.”
Allah Wa Ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Sebab, dia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.”
“Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika dia berbuka, dan kebahagiaan ketika dia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kesturi.’” (HR Bukhari Muslim)
Ada tiga hal besar yang Allah janjikan untuk umat Muslim saat Ramadan tiba, yaitu ampunan, rahmat, dan balasan surga.
Rasulallah pernah bersabda:
“Awal Bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” (Ibnu Khuzaimah)
Rahmat merupakan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Berkat rahmat inilah kelak umat Muslim bisa mendapat ampunan di akhirat dan memperoleh balasan surga. Bahkan dikatakan bahwa rahmat merupakan penentu nasib seseorang kelak di hari akhir.
Boleh jadi orang rajin beribadah, tapi jika belum meraih rahmat Allah ia tidak mendapat jaminan masuk surga. Meski demikian, bukan berarti kita meremehkan ibadah dengan alasan mengandalkan rahmat, karena penyebab rahmat sendiri adalah ketaatan seorang hamba kepada Allah Wa Ta’ala.
Berkaitan dengan ini, ada kisah menarik tentang seorang hamba taat yang sepanjang hayatnya digunakan untuk beribadah, tapi ia masuk surga bukan sebab ibadahnya itu, melainkan karena anugerah rahmat Allah Wa Ta’ala.
Keutamaan Ramadan berikutnya adalah maghfirah atau ampunan Allah. Sebagai manusia, tentu sadar diri bahwa kita memiliki banyak dosa yang kian hari semakin bertambah. Sebab, berbuat salah dan dosa merupakan fitrah manusia.
Rasulallah bersabda:
“Setiap anak Adam atau manusia pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” (HR Tirmidzi).
Hadis ini menegaskan bahwa sebagai manusia kita tidak bisa terbebas dari dosa. Tidak peduli dia rakyat biasa atau pejabat, seorang awam atau agamawan, santri ataupun kiai, semua pasti memiliki dosa. Hanya, yang membedakan kita semua adalah siapa yang mau mengakui atas dosa-dosanya
Pada momen Ramadan ini, Allah menjanjikan limpahan ampunan bagi hamba- hamba-Nya yang bertaubat. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan emas yang hanya datang satu bulan dalam setahun ini. Keistimewaan yang Allah janjikan saat Ramadan berikutnya adalah balasan surga bagi hamba-Nya yang taat.
Rasulullah bersabda:
“Ketika Ramadan tiba, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan setan pun dibelenggu.” (HR Muslim).
Berkaitan dengan hadis di atas, maksud ‘dibukanya pintu surga’ merupakan simbol imbauan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah di bulan suci Ramadan, sementara ‘dibelenggunya setan’ merupakan simbol untuk mencegah diri dari perbuatan maksiat.
in syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. || fimdalimunthe55@gmail.com ismirzaf@gmail.com
