Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menyatakan bahwa pemerintah Arab Saudi optimistis penyelenggaraan ibadah haji 2026 akan berjalan aman meski situasi geopolitik di Timur Tengah masih memanas. Karena itu, pihaknya berharap ibadah haji tahun ini berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
“Pemerintah Arab Saudi optimis bahwa haji tahun 2026 tetap berjalan dengan baik, situasinya aman,” ujar Wachid di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Ia menyampaikan optimisme tersebut diperoleh setelah melakukan pemantauan langsung selama lima hari dalam berbagai aspek persiapan haji di Arab Saudi. Pemantauan meliputi kesiapan pemondokan, layanan katering, fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), hingga operasional bus salawat.
Namun demikian, Wachid mengakui sejumlah persiapan belum sepenuhnya rampung. Salah satu catatan utama adalah ketersediaan tenda di kawasan Arafah dan Mina yang masih dalam tahap penyelesaian.
“Persiapan ini memang kami lihat belum maksimal 100 persen. Masih ada yang perlu pembenahan terkait ketersediaan tenda di Arafah dan Mina,” katanya.
Ia meminta pihak syarikah atau penyedia layanan segera menuntaskan kesiapan fasilitas Armuzna sebelum kedatangan kloter pertama jamaah haji Indonesia. Menurut jadwal, kloter pertama akan mulai masuk embarkasi pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Arab Saudi pada 22 April dini hari. Sebagian jamaah akan berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta, termasuk jamaah asal Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Wachid juga menyebut pelepasan jamaah haji direncanakan akan dilakukan langsung oleh Presiden RI. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap dengan jadwal penerbangan pada malam hingga dini hari.
Untuk memastikan kesiapan lebih optimal, Komisi VIII DPR RI akan menggelar rapat bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia pada Rabu (8/4/2026). Rapat tersebut akan membahas berbagai kekurangan yang ditemukan di lapangan.
“Kami sebagai fungsi pengawasan akan menyampaikan kepada menteri agar diteruskan ke vendor terkait penyelesaian fasilitas di Arab Saudi,” ujar Wachid.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian antara Indonesia dan Arab Saudi, terutama terkait dinamika keamanan kawasan. Koordinasi tersebut dinilai krusial untuk memastikan keselamatan jamaah di tengah ketegangan geopolitik.
Pemerintah Indonesia berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi jamaah. (*/tim)
