Bijaksana Dalam Memberi Kepercayaan

Bijaksana Dalam Memberi Kepercayaan
*) Oleh : M. Mahmud
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Bijaksanalah dalam memilih siapa yang kamu percaya. Sebab ketulusan adalah harta langka yang tak selalu tampak dipermukaan.

Kepercayaan adalah seperti benih: bila ditanam di tanah yang subur (orang yang amanah), ia tumbuh menjadi pohon yang memberi keteduhan. Tetapi bila ditanam di tanah yang gersang (orang yang tidak jujur), ia bisa layu dan hilang sia-sia.

Prinsip Bijak Memberi Kepercayaan

* Kenali karakter: Jangan hanya melihat kata-kata, tapi perhatikan konsistensi perbuatan.

* Uji dengan amanah kecil: Sebelum memberi tanggung jawab besar, lihat bagaimana seseorang menjaga hal-hal kecil.

* Seimbang antara husnuzan dan kewaspadaan: Berbaik sangka itu fitrah, tapi tetap perlu pagar agar tidak mudah dikhianati.

* Bangun sistem, bukan hanya individu: Kepercayaan lebih kuat bila ada aturan, transparansi, dan akuntabilitas.

* Ingat bahwa kepercayaan adalah titipan: Sekali rusak, sulit diperbaiki. Maka jangan diberikan sembarangan.

Al-Qur’an menekankan pentingnya amanah (kepercayaan) dan agar kita bijak dalam menunaikannya. Ayat-ayat utama yang menjelaskan hal ini adalah QS. An-Nisa’ (4):58, QS. Al-Anfal (8):27, dan QS. Al-Mu’minun (23):8

Ayat-Ayat Tentang Amanah & Kepercayaan

* QS. An-Nisa’ (4):58
۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Ayat ini menegaskan bahwa amanah harus diberikan kepada orang yang berhak, bukan sembarangan.

* QS. Al-Anfal (8):27
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.

Larangan keras untuk mengkhianati kepercayaan, baik kepada Allah maupun sesama manusia.

* QS. Al-Mu’minun (23):8
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ
Artinya: (Sungguh beruntung pula) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka.

Amanah adalah ciri orang beriman yang dijanjikan keberuntungan.

Hikmah dari Ayat-Ayat Amanah

* Bijaksana dalam memberi kepercayaan berarti menimbang siapa yang layak menerima amanah.

* Kepercayaan adalah titipan Allah: salah menaruh bisa berakibat kerusakan, benar menaruh akan membawa keberkahan.

* Amanah bukan hanya materi, tapi juga jabatan, ilmu, rahasia, bahkan waktu. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search