BikersMu, Melaju Bersama Dakwah

BikersMu, Melaju Bersama Dakwah
*) Oleh : M. Ainul Yaqin Ahsan
Pengasuh LKSA Muhammadiyah Rungkut
www.majelistabligh.id -

BikersMu hadir bukan semata sebagai komunitas pengendara motor, melainkan sebagai ekspresi dakwah kultural Muhammadiyah yang bergerak di ruang-ruang publik secara santun, beretika dan bermakna. Di tengah derasnya arus modernitas yang kerap menjadikan jalanan sebagai arena ego dan kebisingan, BikersMu justru menegaskan bahwa mobilitas dapat ditransformasikan menjadi medium dakwah yang mencerahkan.

Fenomena komunitas motor sering kali dilekatkan dengan citra negatif: kebisingan, eksklusivitas bahkan kekerasan simbolik. Namun, dalam konteks BikersMu, kegemaran berkendara ditempatkan dalam kerangka nilai yang lebih luhur, yakni dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang dikemas secara humanis dan berkemajuan. Motor bukan dipandang sebatas alat transportasi, melainkan sarana perjumpaan, silaturahmi dan pengabdian sosial.

Dalam pandangan Islam, dakwah tidak dibatasi oleh mimbar dan ruang-ruang formal keagamaan. Dakwah adalah gerak nilai yang menyesuaikan konteks zaman. Rasulullah ﷺ sendiri mencontohkan dakwah yang menyentuh realitas sosial umat, hadir di pasar, di jalan dan di tengah denyut kehidupan masyarakat. Di titik inilah BikersMu menemukan relevansinya: dakwah yang bergerak, menyapa dan menghidupkan nilai Islam dalam keseharian.

Muhammadiyah, sebagai gerakan Islam berkemajuan, sejak awal menegaskan pentingnya tajdid, yakni pembaruan cara, tanpa kehilangan kemurnian tujuan. BikersMu merupakan manifestasi dari semangat tajdid tersebut. Ia menjembatani antara kegemaran generasi modern dengan misi dakwah, antara hobi personal dengan tanggung jawab sosial, antara ekspresi budaya dengan nilai ideologis persyarikatan.
Melalui aktivitas touring dakwah, bakti sosial, pengawalan kegiatan persyarikatan, hingga edukasi keselamatan berlalu lintas, BikersMu membuktikan bahwa dakwah tidak harus selalu serius dan kaku. Ia dapat hadir dalam wajah yang ramah, egaliter dan membumi, tanpa kehilangan substansi nilai. Inilah dakwah yang tidak menggurui, tetapi menginspirasi.

Lebih jauh, BikersMu mengajarkan bahwa jalanan pun dapat menjadi ruang etika. Kesantunan berkendara, kepatuhan terhadap aturan dan sikap saling menghormati sesama pengguna jalan adalah bentuk dakwah bil hal yang nyata. Di sinilah dakwah menemukan bentuk paling otentiknya: teladan, bukan sekadar ujaran.

Dengan demikian, BikersMu bukan hanya komunitas motor, tetapi gerakan nilai. Ia melaju bukan untuk pamer kecepatan, melainkan untuk menyebarkan kebermanfaatan. Ia berkendara bukan untuk menaklukkan jalan, tetapi untuk menghadirkan Islam sebagai rahmat di setiap persimpangan kehidupan.

Narasi “BikersMu, Melaju Bersama Dakwah” pada akhirnya dapat disarikan dalam tiga kata kunci: Itqān (kesungguhan dan profesionalisme dalam berkendara dan berorganisasi), Ihsān (kesadaran spiritual dalam setiap gerak) dan Rahmah (kehadiran yang menebar manfaat bagi sesama). Inilah dakwah yang bergerak, dakwah yang hidup dan dakwah yang berkemajuan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search